nusatimes.id – Persaingan di arena karate Gorontalo berlangsung panas! Sebanyak 700 peserta ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Gorontalo Piala Gubernur 2026. Ajang ini bukan sekadar berburu gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari misi besar melahirkan karateka tangguh untuk mengharumkan nama daerah.
Ketua Umum FORKI Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, mengungkapkan tingginya jumlah peserta menjadi sinyal positif bagi perkembangan karate di daerah. Para peserta berasal dari 11 perguruan yang bernaung di bawah FORKI serta perwakilan FORKI kabupaten dan kota se-Provinsi Gorontalo.
Dari total peserta, hampir 300 karateka mengikuti kategori festival, sedangkan sekitar 400 lainnya tampil pada kategori pertandingan.
“Kami bersyukur Kejurda Karate Piala Gubernur tahun ini diikuti 700 peserta. Ini menunjukkan antusiasme yang besar dari perguruan dan karateka di Gorontalo,” kata Danial kepada awak media.
Kejurda yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 tersebut mempertandingkan sejumlah kategori. Pada hari pertama, nomor Kata telah dituntaskan. Selanjutnya, pertandingan Kumite menjadi agenda utama sebelum rangkaian kejuaraan ditutup dengan penampilan kategori festival pada hari terakhir.
SATU TUJUAN, LAHIRKAN JUARA!
Bagi FORKI Gorontalo, angka 700 peserta bukan sekadar statistik. Kejuaraan ini menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus memperkuat pembinaan karate secara berjenjang. Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), hingga kategori senior dan mahasiswa.
Artinya, jalur pembinaan atlet disiapkan sejak usia dini hingga dewasa. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, FORKI berharap semakin banyak karateka potensial muncul dan siap bersaing pada level yang lebih tinggi. Danial menegaskan, perbedaan perguruan tidak boleh menjadi penghalang untuk mencapai tujuan bersama.
“Memang kita berbeda-beda perguruan. Ada 11 perguruan yang bernaung di FORKI, tetapi kita memiliki satu tujuan, yaitu bagaimana meningkatkan prestasi karate, khususnya karateka Provinsi Gorontalo,” tegasnya.
BIDIK EMAS DI PANGGUNG NASIONAL
Di balik semarak Kejurda, ada target besar yang ingin diwujudkan. FORKI Gorontalo ingin memperkuat fondasi pembinaan agar mampu melahirkan atlet yang kompetitif untuk menghadapi ajang olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
Danial menegaskan, pembibitan atlet menjadi salah satu fokus utama. Atlet yang menunjukkan potensi di tingkat daerah diharapkan dapat terus dibina, sehingga kelak mampu bersaing dengan karateka terbaik dari provinsi lain.
Targetnya tidak main-main: Gorontalo ingin memiliki karateka yang mampu menyumbangkan medali emas di panggung nasional. Untuk mencapai sasaran tersebut, dukungan pemerintah dan kesinambungan program pembinaan menjadi faktor penting.
Danial menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie atas dukungan terhadap perkembangan olahraga karate.
Menurutnya, keberadaan Peraturan Gubernur tentang Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD) yang turut memasukkan cabang olahraga karate menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pembinaan olahraga di daerah.
Selain itu, karate juga masuk dalam program Sentra Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) yang dibina melalui Disparekrafpora Provinsi Gorontalo. Kehadiran program tersebut diharapkan memperkuat jalur pembinaan, mulai dari pencarian bibit atlet hingga persiapan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
HADIAH Rp10 JUTA, PEMBINAAN JADI PRIORITAS
Kejurda Karate Piala Gubernur 2026 juga menyediakan hadiah dengan total nilai yang disebut mencapai Rp10 juta, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Namun, bagi FORKI, nilai terbesar dari kejuaraan ini bukan semata hadiah yang diperebutkan. Kesempatan bertanding, mengasah kemampuan, dan menemukan atlet potensial menjadi modal penting untuk membangun kekuatan karate Gorontalo.
Dengan partisipasi 700 karateka, dukungan pemerintah, serta pembinaan melalui SPOBDA, FORKI Gorontalo berharap Kejurda menjadi titik awal lahirnya lebih banyak atlet berprestasi.
Pesannya jelas: persaingan boleh berlangsung di atas matras, tetapi seluruh perguruan harus tetap bersatu untuk satu target besar membawa karate Gorontalo semakin berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. (*)






