nusatimes.id – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, secara resmi menutup kegiatan Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pemuda yang berlangsung Jumat, 14 November 2025 di Gedung Elmadina, Asrama Haji Gorontalo.
Kegiatan ini diikuti perakilan berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) dan menghadirkan narasumber dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, Badan Narkotika Nasional (BNN), tokoh pemuda, serta praktisi komunikasi publik. Dalam sambutannya, Kadispora Gorontalo menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta dan kontribusi para narasumber. Ia menegaskan bahwa pembinaan kapasitas kepemudaan merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, serta kompetensi pemimpin muda masa depan.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi langsung dari program unggulan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang menekankan penguatan sumber daya manusia muda yang berkarakter, adaptif, dan produktif dalam menghadapi dinamika global maupun tantangan lokal.
“Semua materi yang disampaikan selama dua hari sangat penting untuk membentuk pemuda yang kuat, cerdas, taat hukum, dan berintegritas. Bekal ini harus menjadi fondasi untuk menguatkan peran pemuda sebagai agen perubahan di Gorontalo,” tegas Danial Ibrahim.
Materi yang disampaikan para narasumber selama dua hari yakni terkait Bela Negara oleh Korem 133/Nani Wartabone. Materi ini menekankan pentingnya disiplin, loyalitas, dan ketangguhan mental pemuda dalam menjaga stabilitas, keamanan, dan persatuan bangsa.
Pencegahan Radikalisme oleh Polda Gorontalo. Membahas ancaman ideologi ekstrem, penyebaran radikalisme berbasis digital, serta peran pemuda sebagai garda terdepan penjaga harmoni dan kerukunan sosial. Struktur dan Fungsi Kejaksaan olehKejaksaan Tinggi Gorontalo, dimana peserta diberikan pemahaman mengenai kesadaran hukum, pencegahan pelanggaran, serta mendorong pemuda untuk menjunjung nilai transparansi dan anti korupsi.
Materi keempat pencegahan penyalahgunaan narkoba oleh BNN Provinsi Gorontalo. Kepala BNN menguraikan ancaman narkotika terhadap generasi muda, strategi deteksi dan pencegahan dini, serta pentingnya membangun lingkungan sosial yang sehat dan bebas narkoba.
Dan dua materi lainnya yakni Etika Kepemimpinan oleh Tokoh Pemuda Gorontalo yang menekankan integritas, keteladanan, dan moralitas sebagai fondasi utama dalam membentuk pemimpin muda yang berkarakter dan dipercaya publik. Serta materi terakhir menyangkut Komunikasi dan Informasi Publik oleh Praktisi Komunikasi. Dalam materi terakhir ini menggarisbawahi kemampuan menyampaikan informasi secara akurat, bertanggung jawab, dan efektif sebagai keterampilan strategis pemuda di era digital.
Terakhir Kadispora Gorontalo menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang pembinaan, kolaborasi, serta pengembangan kapasitas pemuda melalui berbagai program strategis yang sejalan dengan visi Gubernur.
“Saya berharap seluruh peserta dapat membawa pulang ilmu dan pengalaman yang diperoleh hari ini. Jadilah pemuda yang berintegritas, adaptif, dan menjadi bagian dari solusi atas tantangan daerah,” ujarnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap lahir generasi pemuda yang berkarakter kuat, kebal terhadap radikalisme, bebas narkoba, cerdas secara digital, dan siap menjadi pilar pembangunan daerah. (*)






