nusatimes.id – Gorontalo, 15 April 2026 Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memfinalisasi implementasi Samsat Digital Nasional (SIGNAL) sebagai bagian dari percepatan transformasi digital layanan publik, khususnya pada sektor pajak kendaraan bermotor.
Finalisasi tersebut dilakukan melalui rapat yang dihadiri Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo Danial Ibrahim, Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Gorontalo Dian Ardiansyah, Pimpinan Cabang Bank SulutGo (BSG) Gorontalo Tomy Gobel, serta Tim IT BSG Kantor Pusat Stevany.
Rapat ini menjadi tahapan krusial dalam memastikan kesiapan penuh operasional SIGNAL. Pembahasan meliputi integrasi sistem pembayaran non-tunai, skema host-to-host, hingga mekanisme settlement dan rekonsiliasi transaksi secara real-time.
Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menegaskan bahwa implementasi SIGNAL merupakan langkah strategis, tidak hanya dalam peningkatan layanan publik, tetapi juga dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.
“SIGNAL bukan hanya memudahkan masyarakat, tetapi menjadi instrumen strategis untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah. Ini bagian dari transformasi sistem menuju tata kelola yang modern dan akuntabel,” ujarnya.
Sementara itu, Ditlantas Polda Gorontalo menekankan pentingnya validitas data kendaraan bermotor serta sinkronisasi sistem sebagai fondasi utama layanan digital, guna menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan bagi masyarakat.
Dari sisi perbankan, Bank SulutGo menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung implementasi SIGNAL melalui penguatan infrastruktur pembayaran digital. Dukungan tersebut mencakup layanan QRIS, mobile banking, serta integrasi dengan ekosistem pembayaran nasional.
Dengan segera dioperasionalkannya SIGNAL di Gorontalo, masyarakat diharapkan dapat mengakses layanan pembayaran pajak kendaraan secara lebih luas, fleksibel, dan efisien.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mewujudkan transformasi pendapatan menuju kemandirian daerah melalui sistem yang modern dan terintegrasi.(*)






