nusatimes id – Pengurus Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPBSI) tingkat Provinsi Gorontalo bersama pengurus kabupaten/kota periode 2026–2030 resmi dilantik di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Jumat (5/6/2026).
Momentum ini menjadi langkah penting dalam memperkuat organisasi sekaligus menjaga eksistensi pencak silat budaya, khususnya Langga, warisan bela diri tradisional khas Gorontalo.
Pelantikan tersebut meliputi kepengurusan APPBSI Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo, dan Kota Gorontalo. Kehadiran pengurus baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus pengembangan olahraga tradisional di daerah.
Ketua APPBSI Provinsi Gorontalo, Dr. La Aba, menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjalankan roda organisasi sesuai aturan yang berlaku.
“Selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Yang terpenting setelah ini adalah bagaimana menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi sesuai AD/ART yang berlaku,” ujar La Aba kepada awak media ini, Jum’at (5/6/2026).
Menurutnya, legalitas organisasi yang semakin kuat harus dibarengi dengan program kerja nyata demi menjaga keberlangsungan pencak silat budaya di Gorontalo. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
APPBSI Gorontalo sendiri telah menyiapkan agenda strategis pasca-pelantikan. Salah satu fokus utama adalah melakukan pendataan terhadap berbagai aliran dan potensi silat tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat.
Langkah ini dinilai penting sebagai fondasi pengembangan sekaligus pelestarian warisan budaya daerah agar tidak tergerus perkembangan zaman.
“Potensi-potensi silat tradisional yang ada akan kami data, kemudian dikembangkan dan dilestarikan agar tetap hidup di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dukungan terhadap langkah APPBSI juga datang dari Mikson Yapanto melalui Sekretaris KORMI Provinsi Gorontalo, M. Rijal Syukri. Ia menilai perkembangan APPBSI di Gorontalo menunjukkan tren yang sangat positif.
Menurut Rijal, pembentukan kepengurusan hingga tingkat kabupaten dan kota menjadi bukti keseriusan APPBSI dalam membangun fondasi organisasi yang kuat.
“Teman-teman APPBSI sangat aktif. Hari ini sudah dilantik Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Bone Bolango. Ini menjadi momentum yang baik bagi perkembangan silat budaya di Gorontalo, khususnya Langga,” katanya.
Lebih jauh, KORMI menaruh harapan besar agar Langga mampu berkembang menjadi olahraga tradisional unggulan yang tidak hanya dikenal sebagai identitas budaya, tetapi juga mampu bersaing di level nasional.
Dengan pembinaan yang berkelanjutan serta regulasi yang semakin matang, Langga diproyeksikan tampil pada FORPROV Boalemo sebelum melangkah ke FORNAS 2027.
Kini, APPBSI Gorontalo telah memulai langkah baru. Dengan kepengurusan yang lengkap dan program yang terarah, organisasi ini bertekad menjaga denyut pencak silat budaya tetap hidup sekaligus membawa Langga semakin dikenal di panggung olahraga tradisional nasional. (*)






