nusatimes.id– Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga (PKO) Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) semakin dekat dengan target meraih predikat Akreditasi Unggul. Optimisme itu menguat usai pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi oleh LAMDIK yang berlangsung selama dua hari.
Tim asesor yang melakukan penilaian terdiri dari Prof. Advendi Kristiyandaru dan Prof. Dr. Damayanti. Keduanya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sembilan standar penilaian yang menjadi indikator mutu program studi.
Sembilan aspek yang dinilai meliputi tata kelola, visi keilmuan, sumber daya manusia, mahasiswa, keuangan, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta sistem penjaminan mutu.
PKO UNG sendiri datang dengan modal yang cukup kuat. Program studi ini didukung oleh 15 dosen ASN, terdiri dari tiga doktor dan dua dosen dengan jabatan akademik Lektor Kepala. Selain itu, PKO mengusung visi keilmuan yang berfokus pada pengkajian dan pengembangan ilmu pendidikan kepelatihan olahraga berbasis sport science yang terintegrasi dengan kearifan lokal, inovatif, serta unggul di kawasan Indonesia Timur.
Dekan FOK UNG, Dr. Hartono Hadjarati, mengaku bersyukur atas jalannya proses asesmen yang berlangsung lancar. Menurutnya, berbagai indikator yang dinilai telah memenuhi standar maksimal untuk meraih predikat tertinggi.
“Alhamdulillah, dari sembilan standar yang dinilai, kami sudah berupaya memenuhi standar maksimal. Memang hasil resminya masih menunggu keputusan majelis LAMDIK, tetapi sinyal-sinyal yang diberikan asesor cukup positif. Insya Allah kami optimistis memperoleh predikat unggul,” ujar Hartono, Jum’at (5/6/2026).
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim akademik PKO yang selama ini terus berbenah dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Hartono juga mengingatkan bahwa sebelumnya Program Studi Pendidikan Jasmani dan Rekreasi (PJKR) FOK UNG telah lebih dahulu meraih akreditasi unggul setelah menunggu hampir dua dekade. Kini, giliran PKO yang berpeluang mengikuti jejak tersebut.
“Kalau sebelumnya PKO masih berakreditasi B, kami berharap kali ini bisa langsung naik menjadi unggul. Ini tentu akan menjadi lompatan besar bagi pengembangan pendidikan olahraga di UNG,” tambahnya.
Selain PJKR dan PKO yang berada di bawah pembinaan LAMDIK, program studi kesehatan di lingkungan FOK UNG seperti Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, serta Farmasi berada dalam proses akreditasi melalui LAMT-Kes. Saat ini sebagian besar program studi tersebut telah berstatus “Baik Sekali” dan terus didorong menuju predikat unggul.
Dengan dukungan SDM yang kompeten, visi keilmuan berbasis sport science, serta capaian akademik yang terus meningkat, PKO UNG kini tinggal menanti keputusan resmi LAMDIK. Jika target tercapai, maka FOK UNG akan semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga dan kesehatan yang diperhitungkan di kawasan Indonesia Timur. (*)






