nusatimes.id – Manajemen IPPOT Tapa, bekerjasama dengan Asprov PSSI Gorontalo menggelar Coaching Clinic dan Festival Sepakbola Usia Dini di lapangan IPPOT Tapa, kabupaten Bonebolango selama tiga hari dimulai pada 9-11 Mei 2025.
Kegiatan Coaching Clinic tersebut diikuti 14 peserta yang terdiri dari 14 Sekolah Sepak Bola (SSB) di Provinsi Gorontalo. Dalam kegiatan itu, para pelatih muda mendapatkan arahan langsung dari mantan pemain sekaligus pelatih Persigo,Welly Podungge, dan Sekertaris Asprov PSSI Gorontalo, Alan Wungguli.
Menariknya, dalam Coaching Clinic dan Festival usia dini ini, kegiatan bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang teknik dasar bermain sepak bola dengan menerapkan pola 30% materi dan 70% praktek.
“Biasanya pemain U15 kebawah itu yang mereka tau hanya bermain saja, nah ini yang akan kita rubah. Makanya tantangan pelatih pada coaching clinic ini cukup berat, karena harus menerapkan strategi bermain tapi secara silent atau tanpa instruksi suara sama sekal,” kata Adnan Yahya, EXCO Asprov PSSI Gorontalo yang juga penanggung jawab Coaching Clinic dan Festival Usia Dini kepada awak media ini
Lebih lanjut, kata Adnan Yahya, Coaching Clinic ini berbeda dengan yang lainnya, dimana peserta adalah pelatih SSB. Selanjutnya materi coaching clinic sendiri hanya sekitar dua tiga jam di dalam ruang selanjutnya langsung menerapkan materi yang diterima kepada para pemain yang akan dibalut dalam sebuah kompetisi. menariknya, pada saat pertandingan berlangsung dilarang pelatih memberikan instruksi dan hanya bisa dilakukan sebelum pertandingan atau saat jedah turun minum.
“Harapannya dari hasil coaching clnic dan festival ini bukan hanya akan lahir atlet-atlet pesepakbola muda yang potesial, tapi juga bagaimana pelatih dapat memberikan keyakinan kepada anak asuhnya untuk bagaiman menjalankan pola strategi yang disusun pelatih dalam sebuah pertandingan,” harapnya.
Sementara itu, Sekertaris Asprov PSSI Gorontalo, Alan Wungguli mengucapkan, terimakasih sebesar besarnya kepada peserta Coaching Clinic dan panitia pelaksana.
“Kegiatan ini tujuannya silaturahmi sekaligus mencari bakat-bakat yang ada melalui coaching clinic. Dan saya yakin akan ada generasi muda yang meneruskan jejak seperti coach Welly yang sukses sebagai pemain dan pelatih,” pungkasnya. (*)












