Scroll untuk baca artikel
Gorontalo

Hari Pemuda Sedunia, Disparekrafpora Gorontalo Gelar Temu Pemuda 2026

×

Hari Pemuda Sedunia, Disparekrafpora Gorontalo Gelar Temu Pemuda 2026

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Momentum Hari Pemuda Sedunia dimanfaatkan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo untuk memperkuat kolaborasi antargenerasi muda.

Disparekrafpora Provinsi Gorontalo akan menggelar Temu Pemuda Gorontalo 2026, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di Aula Inspektorat Provinsi Gorontalo dengan melibatkan berbagai elemen kepemudaan di daerah.

Kepala Bidang Pemuda Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Muchlis Huntua, mengatakan Temu Pemuda Gorontalo 2026 mengusung tema “Konteks yang Berbeda, Aspirasi yang Sama.”

Menurut Muchlis, tema tersebut dipilih untuk merangkul keberagaman gerakan pemuda di Gorontalo.
Meski memiliki latar belakang organisasi, wadah perjuangan, serta aktivitas yang berbeda, seluruh pemuda diharapkan tetap dapat bergerak dalam satu tujuan untuk kemajuan daerah.

“Agenda ini menjadi ruang komunikasi yang inklusif untuk menjembatani perbedaan latar belakang organisasi kepemudaan di tingkat daerah,” ujar Muchlis, Senin (11/8/2026).

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum silaturahmi. Lebih dari itu, Temu Pemuda Gorontalo diharapkan mampu menyinkronkan ide dan kreativitas pemuda dengan program kerja pemerintah.

Selain itu, forum tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan pemuda sekaligus menghasilkan rekomendasi taktis yang dapat mendukung pembangunan Provinsi Gorontalo.
Sejumlah elemen kepemudaan dijadwalkan ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mulai dari Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Kepemudaan Islam (OKPI), pelajar, Gerakan Pramuka, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai perguruan tinggi, hingga komunitas pemuda tingkat Provinsi Gorontalo.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan melahirkan diskusi yang lebih kaya dengan perspektif sekaligus mampu menghasilkan gagasan konkret dalam menjawab berbagai tantangan pemuda di era digital.

Sementara itu, Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan pentingnya membangun sinergi antarelemen pemuda.

Menurutnya, setiap kelompok pemuda memiliki konteks, wadah, dan tantangan masing-masing.
Namun, kata Sultan, seluruhnya memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong Gorontalo menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Setiap kelompok pemuda memang bergerak dalam konteks, wadah, dan tantangan yang berbeda. Namun, kita meyakini aspirasinya sama, yaitu melihat Gorontalo tumbuh menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tegasnya.

Sultan menambahkan, pemerintah daerah tidak ingin aspirasi yang lahir dari forum pemuda berhenti sebatas diskusi.

Disparekrafpora berkomitmen mengawal sekaligus memfasilitasi hasil Temu Pemuda Gorontalo 2026 agar dapat diintegrasikan dengan arah kebijakan pembangunan daerah.

Langkah tersebut diharapkan menjadikan pemuda bukan sekadar objek pembangunan, tetapi turut tampil sebagai motor penggerak pembangunan Gorontalo menuju visi besar Indonesia Emas 2045. (*)

Apa Komentar Anda?