Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Jelang Musorkab, Jangan Jadikan KONI Kendaraan Politik

×

Jelang Musorkab, Jangan Jadikan KONI Kendaraan Politik

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Beberapa tokoh dan pelaku olahraga di Kabupaten Gorontalo menegaskan agar semua pihak yang ingin memanfaatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar keluar dari organisasi ini. KONI adalah tempat bernaung semua cabang olahraga jangan jadikan tunggangan pribadi termasuk diantaranya kepentingan politik.

 

“Mungkin jauh lebih terhormat keluar dari KONI daripada tinggal di dalam hanya untuk kepentingan pribadi, bukan tujuannya kepentingan pembinaan atlet dan cabang olahraga,” kata Sumarno Suleman salah seorang tokoh senior kempo di Gorontalo saat berbincang dengan awak media ini, Rabu, (18/6/2025).

 

Dia juga mengingatkan tentang komitmen bahwa banyak tugas KONI yang harus dikerjakan dan itu butuh perhatian serius jika ingin Kabupaten Gorontalo dapat terus berprestasi melebihi daerah kabupaten kota lain di Gorontalo.

 

“Saya hanya bisa berharap kepengurusan KONI akan datang jangan lagi ada oknum-oknum yang ingin memanfaatkan organisasi ini untuk kepentingan pribadinya atau tujuan politik yang dapat membuat perhatian ke cabang olahraga terbengkalai,” tegasnya.

 

“Meski tahun politik masih lama, namun sudah banyak oknum yang mulai mwnyusun kepentingan politik dan akan sangat rentan untuk digunakan sebagai tunggangan politik jika  mereka terlibat langsung dalam organisasi KONI secara struktur sebab sangat strategis jika digunakan sebagai kendaraan politik karena melibatkan banyak massa besar,” beber sosok yang juga pelatih kempo pertama Gorontalo tersebut.

 

Musorkab KONI Kabupaten Gorontalo rencananya akan berlangsung pada bulan Agustus 2025 dan saat ini tahapan jelang musyawarah sudah berjalan.

 

Masih menurutnya, bahwa banyak juga para senior olahraga Kabupaten Gorontalo yang sebenarnya harus dilibatkan di struktur kepengurusan KONI periode mendatang.

 

“Ya kalau memang ingin memajukan dunia olahraga harusnya banyak memasukan para mantan atlet berprestasi yang dimiliki oleh Kabupaten Gorontalo, bukan Kepala Dinas yang mempunyai kesibukan yang padat, politisi atau figur yang lahir di usung tiba saat tiba akal karena musyawarah sudah semakin dekat,” beber Sumarno. (*)

Apa Komentar Anda?