Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloNasionalNusantaraOlahragaTaekwondo

Lebih Dari 300 Petarung Tampil di Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar 2026

×

Lebih Dari 300 Petarung Tampil di Kejuaraan Taekwondo Antar Pelajar 2026

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id — Arena taekwondo Gorontalo mendadak penuh energi. Lebih dari 300 pelajar turun gelanggang dalam Kejuaraan Taekwondo Antarpelajar tingkat SD, SMP, dan SMA.

Event yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Gorontalo itu bukan sekadar perebutan medali. Di mata pengurus TI Gorontalo, kejuaraan tersebut menjadi panggung untuk memburu bibit-bibit baru.

Antusiasme ratusan peserta mendapat perhatian khusus dari Kabid Binpres TI Gorontalo yang juga pelatih nasional, Januar B. Lahay. Pelatih yang akrab disapa Master Didit itu melihat jumlah peserta sebagai potensi besar yang harus terus dikembangkan.

“Kita Gorontalo sebenarnya tidak kekurangan atlet, hanya memang belum semua terorganisir secara baik,” kata Januar.

Menurutnya, banyaknya peserta yang tampil dalam sebuah kejuaraan menjadi modal penting untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terarah. Dari ratusan pelajar tersebut, bukan tidak mungkin muncul nama-nama baru yang kelak mengikuti jejak atlet taekwondo Gorontalo yang sudah lebih dulu menorehkan prestasi.

“Saya yakin dengan event-event seperti ini akan lahir atlet-atlet penerus Silvana Lamanda ke depannya,” tegas Master Didit.

Pantau dari Pelosok

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris TI Provinsi Gorontalo, Mohamad Nasaru. Menurutnya, semakin sering kompetisi digelar, semakin besar pula kesempatan pengurus untuk memantau perkembangan taekwondoin dari berbagai daerah. Bagi sosok yang dikenal di kalangan taekwondoin Gorontalo sebagai Master Monas tersebut, turnamen bukan hanya soal siapa yang menjadi juara.

Setiap pertandingan merupakan bagian dari proses pemetaan kekuatan atlet. Dari sana, pengurus dapat melihat teknik, mental bertanding, sekaligus perkembangan atlet dari daerah yang selama ini mungkin belum banyak mendapat sorotan.

“Dengan seringnya event, kita pengurus dapat melihat sejauh mana perkembangan dan potensi-potensi atlet dari daerah,” jelas Nasaru.

Atlet-atlet yang menunjukkan potensi kemudian dapat mendapatkan pembinaan lebih khusus untuk dipersiapkan membela Gorontalo di berbagai ajang. Targetnya pun tak berhenti di level daerah.

“Yang kemudian akan dibina secara khusus mewakili daerah di berbagai event nasional bahkan internasional,” tambahnya.

Ratusan pelajar pun kini punya panggung untuk unjuk kemampuan. Dari kaki-kaki kecil yang mulai belajar menendang hingga petarung muda yang sudah matang secara teknik, Gorontalo sedang membuka jalan bagi generasi berikutnya. 300 lebih peserta turun matras. Bisa jadi, dari sanalah lahir bintang taekwondo Gorontalo berikutnya. (*)

Apa Komentar Anda?