nusatimes.id – Masa bakti kepemimpinan Ketua Pengprov IPSI Gorontalo, Halid Tangahu, akan segera berakhir. Kabar yang beredar menyebut ia bersedia kembali mencalonkan diri untuk memimpin organisasi pencak silat tingkat provinsi ini dalam periode kedua. Menanggapi hal itu, Halid angkat bicara secara lugas.
“Kalau masih ada yang mendukung, tentu saya siap melangkah maju. Tapi perlu diingat, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin tidak bisa serta-merta nyelonong masuk. Ada syarat dan aturan yang harus dilalui, semuanya jelas sesuai ketentuan organisasi,” tegasnya kepada awak media, Ahad (28/6/2026).
Sebagai sosok yang sudah lama berkiprah di dunia persilatan, Halid merasa dirinya sudah sangat paham seluk-beluk olahraga ini.
“Berbicara urusan silat, saya tidak perlu diajari lagi. Darah silat ini sudah mengalir sejak lahir, jauh lebih kental dibanding olahraga lain. Pengalaman puluhan tahun menjadi bekal utama saya,” ujarnya dengan nada percaya diri.
Ia pun tak lupa meminta maaf atas segala kekurangan selama memimpin empat hingga lima tahun terakhir.
“Saya mohon maaf kepada seluruh insan silat se-Gorontalo. Tentu ada banyak hal yang belum sempurna. Jika nanti diberikan kepercayaan lagi, saya berjanji akan memperbaiki semua kekurangan itu sebaik mungkin,” kata mantan Ketua DPRD Kabupaten Bonebolango tersebut.
Dalam pandangannya, kemajuan silat tidak bisa hanya mengandalkan bantuan semata.
“Kalau hanya menunggu bantuan dari KONI atau pemerintah, itu tidak cukup. Ada banyak cabang olahraga yang juga butuh perhatian. Kita harus pintar mengelola potensi dari dalam, juga mencari dukungan dari luar. Jangan hanya pasrah menunggu bantuan, tapi bergeraklah dengan kemampuan sendiri,” jelasnya.
Halid juga menegaskan sikap terbuka terhadap seluruh perguruan silat.
“Saya tidak pernah membatasi perguruan mana pun untuk terlibat dalam kepengurusan ke depan. Yang penting, kita punya skala prioritas. Siapa yang siap bekerja sama dan mendukung kemajuan organisasi, serta yang bisa melahirkan atlet berprestasi, itulah yang akan kita utamakan,” ucapnya.
Baginya, kepemimpinan bukan urusan satu orang saja.
“Program tidak akan berjalan kalau ketua dibiarkan berjuang sendirian. Butuh kerja sama erat antar pengurus dan seluruh insan silat. Kalau kita bersatu, jalan untuk memajukan silat Gorontalo pasti terbuka lebar,” pungkasnya. (*)






