Nusatimes.id (BONE BOLANGO) — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango, Amin Nusi, meminta pihak panitia memberikan perhatian ekstra terhadap kondisi kesehatan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Permintaan tegas ini disampaikan Amin usai menghadiri acara pengukuhan Paskibraka tingkat kabupaten yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Oginawa, Sabtu (15/8/2026).
Fokus terhadap kondisi fisik ini ditekankan mengingat intensitas latihan dan persiapan yang semakin padat menjelang upacara peringatan Hari Kemerdekaan. Amin menilai, kesehatan dan stamina para peserta merupakan faktor paling krusial untuk memastikan keberhasilan tugas di lapangan nanti.
Oleh karena itu, ia menginstruksikan panitia penyelenggara dan tim medis untuk tidak lengah dalam memantau rutinitas anggota Paskibraka. Asupan gizi, pemberian vitamin, hingga manajemen waktu istirahat harus dipastikan terkontrol dengan baik agar tidak ada peserta yang mengalami kelelahan ekstrem atau jatuh sakit.
Selain menyoroti masalah kesehatan, kehadiran Amin Nusi di GOR Oginawa juga untuk menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. Kehadirannya tersebut merupakan wujud nyata dukungan dari lembaga legislatif terhadap pembinaan generasi muda di Kabupaten Bone Bolango.
Puluhan pelajar yang resmi dikukuhkan pada hari ini merupakan putra-putri pilihan daerah. Mereka sebelumnya telah berhasil lolos dari serangkaian proses seleksi yang ketat dan mewakili berbagai sekolah menengah di wilayah Bone Bolango.
“Ini adalah tugas mulia. Saya tentu sangat bangga melihat putra-putri kita telah resmi dikukuhkan,” ujar Amin Nusi memberikan tanggapannya terkait kelulusan para peserta dari masa karantina.
Politisi tersebut menaruh harapan besar agar seluruh anggota Paskibraka dapat melaksanakan tugas pengibaran maupun penurunan bendera pusaka dengan sempurna. Ia berharap kelancaran formasi dan teknis di lapangan dapat dieksekusi tanpa adanya kendala berarti.
Lebih lanjut, Amin menegaskan bahwa tugas seorang anggota Paskibraka sejatinya tidak selesai begitu saja setelah upacara kemerdekaan usai. Pendidikan karakter, mental, dan kedisiplinan yang dibentuk secara ketat selama masa pelatihan harus menjadi bekal yang tertanam secara permanen.
“Apa yang didapatkan selama proses pendidikan dan pelatihan agar diimplementasikan di lingkungan sekolah dan rumah,” tegas Amin memberikan pesan khusus kepada seluruh peserta yang baru dikukuhkan.






