nusatimes.id — Polemik pengelolaan lapangan tenis indor di kompleks kantor gubernur lama kembali mencuat. Fasilitas yang sudah 10 tahun dikelola secara pribadi oleh seorang warga bernama Lenny itu kini dipertanyakan status penanggung jawab resminya, terutama karena dianggap membatasi akses atlet.
Sekretaris PELTI Gorontalo, Adhi Pala, menyesalkan kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa lapangan tenis tersebut seharusnya menjadi fasilitas utama para petenis daerah, apalagi menghadapi agenda besar tahun depan.
“Lapangan ini akan digunakan oleh atlet untuk persiapan berbagai event seperti pra kualifikasi PON yang akan dilaksanakan tahun depan,” ujar Adhi.
Situasi ini mendorong Plh. Kadispora Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Aryanto Husain, MMP, memediasi rapat bersama sejumlah pihak terkait. Hadir dalam pertemuan tersebut perwakilan KONI Provinsi, PELTI Provinsi Gorontalo, Bidang Aset Badan Keuangan, dan Bidang Umum Pemprov Gorontalo. Pembahasan difokuskan pada kejelasan status aset dan siapa pihak yang berwenang mengelola lapangan ke depan.
Ketua KONI Provinsi Gorontalo, MN. H. Fikram Az Salilama, S.Ip, menegaskan pentingnya kepastian pengelolaan agar aktivitas pembinaan atlet tidak terganggu.
Hingga kini, pembahasan masih berlanjut. Pihak terkait menargetkan adanya keputusan final agar lapangan bisa kembali difungsikan maksimal untuk kepentingan olahraga daerah, terutama jelang tahun kompetisi yang padat. (*)
Ketua KONI Provinsi Gorontalo, MN. H. Fikram Az Salilama, S.Ip
pembahasan agar tetap






