Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloOlahraga

Program SPOBNAS 2026 Dihentikan Sementara, Dinas Parekrafpora Sudah Kantongi Surat Resmi

×

Program SPOBNAS 2026 Dihentikan Sementara, Dinas Parekrafpora Sudah Kantongi Surat Resmi

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Kabar kurang sedap datang dari dunia olahraga nasional. Program Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Nasional (SPOBNAS) tahun anggaran 2026 resmi dihentikan sementara mulai 25 April 2026. Kebijakan ini tertuang dalam surat resmi Kementerian yang diteken Sekretaris Kementerian, Dr. Gunawan Suswantoro, tertanggal 13 April 2026.

Penghentian ini bukan tanpa alasan. Pemerintah tengah melakukan penajaman anggaran sesuai arahan Kementerian Keuangan, sehingga seluruh rencana biaya pembinaan harus ditinjau ulang. Langkah ini diambil demi efisiensi dan memastikan penggunaan dana lebih tepat sasaran bagi peningkatan prestasi atlet.

Dalam instruksi tersebut, seluruh pengelola SPOBNAS di tiap provinsi diminta segera melakukan evaluasi penggunaan anggaran dari Januari hingga April 2026. Fokus anggaran kini dipersempit hanya pada kebutuhan esensial seperti honorarium, konsumsi atlet, dan perjalanan dinas pemanggilan atau pemulangan atlet.

Sementara itu, sejumlah pos penting justru dipangkas sementara. Pengadaan perlengkapan latihan, seragam, hingga agenda try out dan tes seleksi atlet masuk daftar yang tidak dialokasikan dalam tahap ini. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi proses pembinaan atlet di daerah.

Tak hanya itu, seluruh dokumen pendukung seperti RAB dan kerangka acuan kerja wajib dilaporkan paling lambat 30 April 2026 sebagai bagian dari proses evaluasi nasional.

Kebijakan ini berdampak luas karena mencakup hampir seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Gorontalo yang selama ini aktif mengembangkan talenta olahraga melalui program pembinaan berjenjang. Dengan dihentikannya sementara SPOBNAS, para atlet dan pelatih kini berada dalam posisi menunggu. Harapannya, setelah proses evaluasi rampung, program ini bisa kembali berjalan dengan sistem yang lebih efisien dan tetap mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di kancah nasional hingga internasional.

Menanggapi hal itu Kadis Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe melalui Kabid Olahraga mengatakan surat resmi pemberhentian SPOBNAD ini sudah diterima, hanya saja saat ini solusi akan dihentikan sementara program SPOBNAS masih menjadi pembahasan serius pihak internas Dinas.

“Surat resmi dari Kemenpora sudah ada, hanya saja masih dibahas di internal dinas,” ujar Sultan. (*)

Apa Komentar Anda?