nusatimes.id – Upaya memperkuat kapasitas aparatur sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), digelar kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi pemeriksa dan penagih pajak daerah yang berlangsung 20–24 April 2026 di Gorontalo.
Sebanyak 40 peserta dari berbagai daerah ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka berasal dari Bapenda Provinsi, Kota dan Kabupaten Gorontalo, serta Badan Keuangan dari Pohuwato, Boalemo, Bone Bolango, dan Gorontalo Utara. Keterlibatan lintas wilayah ini menjadi sinyal kuat adanya sinergi dalam membangun sistem pengelolaan pajak daerah yang lebih terintegrasi dan profesional.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Tim SKALA, sebagai bagian dari kerja sama Pemerintah Indonesia dan Australia dalam penguatan kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia. ToT juga didukung Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku Utara, serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Provinsi Gorontalo.
Para peserta dibekali materi teknis dan strategis oleh instruktur dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Keuangan RI. Salah satu materi kunci yang disampaikan adalah “Taxing Power: Pajak Daerah dan Retribusi Daerah” oleh Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Gorontalo.
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Sofian Ibrahim, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama dalam menciptakan pengelolaan pajak yang efektif, transparan, dan berkeadilan.
“Peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sehingga berdampak langsung pada peningkatan kinerja pendapatan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menyebut ToT ini sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi pengelolaan pendapatan daerah.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi upaya membangun aparatur pajak yang profesional, berintegritas, dan berbasis kompetensi agar potensi pajak dapat tergali optimal,” tegasnya.
Menurutnya, penguatan kapasitas SDM juga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta menekan potensi kebocoran penerimaan daerah.
“Dengan aparatur yang kompeten, kepercayaan publik terhadap pengelolaan pajak akan meningkat. Ini menjadi kunci menuju kemandirian fiskal daerah,” tambahnya.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta memperkuat kemandirian fiskal daerah.
Melalui ToT ini, Bapenda Gorontalo menegaskan komitmennya mencetak aparatur pajak yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak transformasi pendapatan daerah menuju pembangunan yang berkelanjutan. (*)






