nusatimes.id – Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Gorontalo langsung memasang target pembinaan setelah resmi dilantik. Tak sekadar mengejar medali, kepengurusan di bawah komando Sahmin Noholo ingin membangun fondasi prestasi dari usia dini, meningkatkan kualitas wasit dan pelatih, hingga memperkuat kolaborasi dengan pengurus taekwondo di berbagai tingkatan.
Ketua TI Kota Gorontalo, Sahmin Noholo, menegaskan ada tiga program prioritas yang akan menjadi fokus kepengurusannya ke depan. Program pertama adalah memperkuat pembinaan atlet usia dini, terutama melalui sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Langkah ini dinilai penting untuk menjaring bibit-bibit potensial yang nantinya bisa dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan.
“Yang pertama itu pembinaan atlet usia dini, terutama di sekolah-sekolah. Kemudian yang kedua, terus meningkatkan kualitas wasit dan pelatih melalui pelatihan berjenjang sampai tingkat nasional,” ungkap Sahmin, Sabtu (17/10/2026).
Program ketiga adalah membangun kolaborasi dan kerja sama antara pengurus TI provinsi, kabupaten/kota, serta berbagai pemangku kepentingan olahraga. Menurut Sahmin, ketiga program tersebut akan dibahas lebih terperinci dalam rapat kerja kepengurusan. Pihaknya juga akan memetakan potensi atlet muda di Kota Gorontalo untuk memastikan pembinaan berjalan terarah dan berkelanjutan.
Sebagai salah satu cabang olahraga yang menjadi andalan di Kota Gorontalo, taekwondo diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet baru yang bisa bersaing di level regional hingga nasional. Sahmin menegaskan, program kerja akan disusun berdasarkan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Dengan begitu, setiap agenda pembinaan dapat dijalankan secara bertahap dan memberikan hasil nyata.
Dukungan Pemkot Jadi Modal Pembinaan
Ketua TI Provinsi Gorontalo, Irwan Mamezah, menyambut positif pelantikan pengurus TI Kota Gorontalo. Ia berharap kepengurusan baru segera bergerak menjalankan program pembinaan demi meningkatkan prestasi atlet. Irwan menyebut taekwondo termasuk cabang olahraga yang mendapat perhatian dalam pengembangan olahraga di Kota Gorontalo. Dukungan pemerintah daerah, menurut dia, menjadi modal penting untuk mendorong kemajuan cabang olahraga tersebut.
Ia juga menyoroti komposisi kepengurusan yang memadukan kalangan senior dan generasi muda. Perpaduan ini diharapkan menghadirkan pengalaman, energi, serta gagasan baru dalam membangun prestasi taekwondo. Irwan turut menilai latar belakang pendidikan dan perhatian pengurus terhadap olahraga dapat menjadi kekuatan dalam membangun pembinaan yang terstruktur.
Baginya, olahraga bukan hanya soal kemampuan bertanding dan meraih medali. Lebih dari itu, taekwondo juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, dan mental generasi muda.
Pengurus Diminta Tak Berhenti di Seremonial
Dukungan terhadap kepengurusan baru juga disampaikan Ketua Harian KONI Kota Gorontalo, Husin Ali, yang hadir mewakili Wali Kota Gorontalo. Husin mengucapkan selamat kepada pengurus TI Kota Gorontalo yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa taekwondo merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak diminati anak-anak dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
Namun, menurut Husin, pelantikan hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya berada pada kemampuan pengurus menerjemahkan program kerja menjadi pembinaan yang konkret di lapangan.
“Pembinaan tidak boleh berhenti di panggung-panggung ceramah. Pembinaan ini harus kita konkretkan,” tegas Husin.
Ia berharap pengurus segera menyusun langkah strategis, mulai dari memperluas pembinaan atlet, memperkuat klub, hingga menjangkau sekolah-sekolah sebagai tempat mencari bibit potensial. Husin yang juga menjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu menegaskan, Pemerintah Kota Gorontalo mendukung pengembangan olahraga, termasuk taekwondo. Ia menyebut Wali Kota Gorontalo memiliki perhatian terhadap kemajuan olahraga di daerah.
Meski demikian, Husin mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran di tengah kebijakan efisiensi harus disikapi dengan kreativitas. Pengurus olahraga tidak bisa hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi perlu mencari dan mengoptimalkan berbagai potensi pendanaan serta dukungan pihak lain.
“Kita sangat berharap pengurus yang terpilih itu lebih kreatif menemukan potensi-potensi baru dalam membesarkan cabang olahraga. Tidak boleh terpaku pada pemerintah karena pemerintah juga punya keterbatasan,” ujarnya.
Husin pun menantang pengurus TI Kota Gorontalo untuk turun langsung ke sekolah-sekolah. Langkah tersebut dinilai penting agar pembinaan tidak hanya terpusat di klub, tetapi juga mampu menjangkau lebih banyak calon atlet sejak usia dini. Dengan tiga program prioritas yang disiapkan Sahmin Noholo, dukungan dari TI Provinsi Gorontalo dan KONI Kota Gorontalo diharapkan menjadi energi baru bagi taekwondo di ibu kota Provinsi Gorontalo.
Kini, pekerjaan rumah pengurus baru adalah membuktikan bahwa program pembinaan mampu melahirkan atlet-atlet potensial, meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga, serta membawa taekwondo Kota Gorontalo semakin kompetitif di arena pertandingan. (*)






