Scroll untuk baca artikel
Olahragasepak bola

Welly Podungge: Kuatkan Pondasi Sepakbola Usia Dini dengan Cara Menyenangkan

×

Welly Podungge: Kuatkan Pondasi Sepakbola Usia Dini dengan Cara Menyenangkan

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Pelatih sepakbola nasional, Welly Podungge, menegaskan pentingnya menguatkan pondasi sepakbola usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan. Hal ini disampaikannya dalam ajang Coaching Clinic Festival Sepakbola Putri Usia Dini yang digelar di Lapangan Sidodadi, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo oleh Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia (ASVWI) Provinsi Gorontalo, pada 29 Mei hingga 1 Juni 2025 mendatang.

Sebagai pelatih yang pernah menangani klub-klub besar diantaranya Persigo Gorontalo, Persiku Kudus, dan Persitara Jakarta Utara serta telah lama berkecimpung dalam pembinaan sepak bola usia dini, Welly menekankan bahwa metode latihan berbasis permainan menjadi kunci utama agar anak-anak tetap antusias dalam berlatih serta tertarik pada olahraga yang didominasi kaum adam ini.

“Di usia 6-8 tahun atau SD, anak-anak belum bisa diajarkan sepak bola secara kaku. Mereka butuh pendekatan yang menyenangkan, seperti permainan yang melatih koordinasi, kecepatan, dan ketangkasan,” ujar Welly.

Festival Sepakbola Usia Dini yang digagas ASBWI diharapkan menjadi wadah khusus bagi anak-anak usia sekolah dasar (SD) tahun untuk merasakan pengalaman pertama mereka bermain sepak bola. Dalam festival ini, peserta dikenalkan dengan teknik dasar seperti menggiring bola, jugling, berlari zig-zag, dan menendang ke gawang, tanpa tekanan kompetisi.

Bagi Welly, konsep festival ini bertujuan agar anak-anak perempuan tidak merasa takut untuk mencoba sepak bola.

“Banyak yang mengira sepak bola hanya untuk laki-laki. Padahal, anak perempuan juga bisa bermain dan bersaing jika diberikan kesempatan serta lingkungan yang mendukung,” jelasnya.

Selain festival untuk usia dini, ASBWI juga mempertandingkan kategori kelompok usia antar klub dan SSB dengan partisipasi peserta sebanyak 500 orang dari berbagai daerah se provinsi Gorontalo.

Senada dengan sang senior, Syaiful Yahya Dirtek Asprov PSSI Gorontalo dan Dirtek ASBWI, Romy Malanua juga mengatakan, membangun ekosistem sepak bola putri membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan orang tua.

“Kami ingin membangun lingkungan di mana anak perempuan merasa nyaman bermain sepak bola. Itu sebabnya, festival ini dibuat tanpa tekanan menang atau kalah, tetapi murni untuk bersenang-senang,” kata Romy Malanua. (*)

Apa Komentar Anda?