Scroll untuk baca artikel
NasionalNusantaraOlahragasepak bola

10 Hari Menuju Kongres PSSI Gorontalo, Lahmudin Di Ambang Aklamasi

×

10 Hari Menuju Kongres PSSI Gorontalo, Lahmudin Di Ambang Aklamasi

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Persaingan menuju kursi Ketua PSSI Gorontalo periode berikutnya tampaknya bakal berlangsung tanpa rival! Kongres pemilihan yang tinggal menghitung hari justru menghadirkan situasi menarik. Hingga batas pengumuman calon tetap pada 12 Oktober 2026, belum ada satu pun figur lain yang mendaftarkan diri.

Situasi ini membuat langkah Lahmudin Hambali untuk kembali memimpin induk organisasi sepak bola Gorontalo semakin mulus. Jika tidak ada perubahan, peluang Lahmudin melanjutkan kepemimpinannya melalui mekanisme aklamasi terbuka lebar. Sekretaris PSSI Gorontalo, Alan Wungguli, membenarkan bahwa hingga tahapan pengumuman calon tetap, tidak ada kandidat lain yang muncul untuk menantang Lahmudin.

“Sampai saat ini tidak ada yang mendaftar, artinya hanya ada calon tunggal,” kata Alan saat dimintai komentarnya, Rabu (14/10/2026).

Kondisi tersebut membuat bursa pemilihan Ketua PSSI Gorontalo praktis mengerucut pada satu nama. Lahmudin sebelumnya menjadi satu-satunya figur yang mendaftarkan diri dalam proses penjaringan calon ketua.

Dengan dukungan yang telah dikantongi dan tidak munculnya pesaing baru, jalan menuju periode kepemimpinan berikutnya semakin terbuka. Namun, kepastian siapa yang akan memimpin PSSI Gorontalo tetap menunggu pelaksanaan kongres pemilihan sesuai mekanisme organisasi.

Kini, perhatian publik sepak bola Gorontalo tertuju pada agenda kongres yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Oktober 2026. Sepuluh hari tersisa menjadi momentum penting sebelum arah kepemimpinan PSSI Gorontalo ditentukan.

Bagi Lahmudin, situasi ini tentu menjadi keuntungan tersendiri. Tanpa persaingan dari kandidat lain, peluang mempertahankan kursi nomor satu PSSI Gorontalo semakin besar. Namun, tantangan sesungguhnya justru menanti setelah kongres. Pembinaan usia dini, peningkatan kualitas kompetisi, serta penguatan prestasi sepak bola daerah tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab.

Sebab, bagi sepak bola Gorontalo, kongres bukan sekadar memilih ketua. Lebih dari itu, agenda ini menjadi titik awal untuk menentukan arah pembinaan dan masa depan sepak bola daerah. (*)

Apa Komentar Anda?