Scroll untuk baca artikel
NasionalNusantaraOlahragasepak takraw

Pulang dari Asian Games, Tiga Atlet dan Satu Pelatih Jadi Modal Gorontalo Menuju Pra-PON

×

Pulang dari Asian Games, Tiga Atlet dan Satu Pelatih Jadi Modal Gorontalo Menuju Pra-PON

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Pengalaman internasional menjadi suntikan motivasi bagi sepak takraw Gorontalo. Tiga atlet dan satu pelatih asal Bumi Serambi Madinah yang baru pulang dari ajang Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, mendapat sambutan hangat setelah kembali ke daerah.

Noldi Husain, Jelky Ladada, Gelvin, dan Rizki Jaina terlihat dalam perjamuan makan malam bersama Kabid Olahraga Dinas Pariwisata Ekraf Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Yusuf Lacuba, serta Moh Zein Mooduto.

 

 

Dalam suasana santai, para pejuang takraw Gorontalo itu berbagi cerita mengenai perjalanan mereka. Mulai dari menjalani training camp (TC) bersama Pelatnas hingga merasakan langsung atmosfer pertandingan di panggung Asian Games.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal berharga bagi perkembangan sepak takraw Gorontalo. Apalagi, keterwakilan putra daerah di level internasional bukan hanya terjadi di Asian Games.

Sebelumnya, dua atlet dan satu pelatih Gorontalo juga mendapat kepercayaan memperkuat Indonesia di ajang World Cup Sepak Takraw.
Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Gorontalo untuk menatap agenda berikutnya, terutama Pra-PON tahun depan.

Yusuf Lacuba mengapresiasi perjuangan para atlet dan pelatih yang telah membawa nama Gorontalo hingga ke level internasional. Menurutnya, pengalaman tampil bersama Timnas Indonesia harus menjadi energi baru bagi pembinaan sepak takraw di daerah.

“Keterwakilan atlet dan pelatih Gorontalo di Timnas tentu menjadi motivasi. Mudah-mudahan pengalaman mereka bisa memberikan semangat kepada atlet-atlet lainnya,” ujar Yusuf.

Ia berharap pengalaman Noldi, Jelky, Gelvin, dan Rizki selama berada di Pelatnas maupun Asian Games dapat menjadi modal berharga dalam menghadapi persaingan menuju Pra-PON.

“Ini menjadi modal kita menghadapi Pra-PON dan event-event nasional ke depan. Semoga perjuangan mereka bisa memotivasi atlet lainnya untuk terus berprestasi,” tambahnya.

Kini, setelah merasakan kerasnya persaingan internasional, para atlet tersebut diharapkan kembali menjadi motor penggerak sepak takraw Gorontalo. Target berikutnya jelas: tampil kompetitif di level nasional dan membuka jalan menuju panggung PON. (*)

Apa Komentar Anda?