nusatimes.id – Empat tahun memimpin Ikatan Motor Indonesia (IMI) Gorontalo, Erwin Ismail meninggalkan jejak panjang di dunia otomotif daerah. Namun, perjalanan itu tampaknya segera memasuki tikungan baru.
Erwin secara pribadi menyatakan tidak ingin kembali maju sebagai Ketua Pengprov IMI Gorontalo untuk periode berikutnya. Meski demikian, keputusan final masih menunggu hasil rapat pleno yang dijadwalkan Rabu (14/10/2026) malam di Manna Cafe, Kota Gorontalo.
Ketua Harian Pengprov IMI Gorontalo, Lennon Koniyo, mengatakan rapat pleno tersebut menjadi momentum penting untuk membahas masa depan organisasi, termasuk persiapan Musyawarah Provinsi (Musprov).
“Besok pleno terakhir kepengurusan 2022–2026. EI menyatakan tidak akan maju lagi secara pribadi, tapi keputusan ada di pleno besok. Apabila klub-klub masih menginginkan beliau maju lagi, saya tidak tahu apakah beliau bersedia menjadi orang nomor satu di otomotif Gorontalo,” beber Lennon kepada awak media ini.
Pernyataan tersebut membuka peluang munculnya dinamika baru di tubuh IMI Gorontalo. Apalagi, selama empat tahun terakhir, Erwin menjadi salah satu figur sentral dalam menggerakkan berbagai kegiatan otomotif di daerah.
13–14 Event per Tahun, Mesin Otomotif Terus Panas
Di bawah kepemimpinan Erwin pada periode 2022–2026, rata-rata 13 hingga 14 event otomotif digelar setiap tahun. Berbagai kegiatan tersebut mencakup kompetisi balap, kontes modifikasi, aktivitas komunitas, hingga agenda sosial.
IMI Festival (IMI Fest) menjadi salah satu program unggulan yang identik dengan kepemimpinannya. Digelar sejak 2023 di Lapangan Taruna Remaja, Kota Gorontalo, event ini terus berkembang hingga menghadirkan ratusan mobil dan motor modifikasi dari berbagai daerah di Sulawesi pada edisi 2025 di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Pada Oktober 2026, IMI Fest kembali hadir dengan tajuk The Last Dance. Event tersebut menjadi persembahan terakhir Erwin menjelang berakhirnya masa kepengurusan, dengan rangkaian kegiatan mulai dari kompetisi drag race, pelatihan konten kreator otomotif, hingga aksi sosial.
Tak hanya menggeber event, IMI Gorontalo juga menjalankan pembinaan atlet. Kejurprov Balap Motor pada Januari 2023 menjadi salah satu pintu seleksi menuju Pra-PON. Atlet terpilih kemudian mendapat kesempatan menjalani pemusatan latihan di Doni Tata Racing Team, Yogyakarta.
Geliat kompetisi juga terasa melalui Kejurnas Drag Bike Seri 1 Region 5 pada 2025 di Sirkuit By Pass Centre Point, Bone Bolango. Lebih dari 800 starter dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Pada 2026, agenda drag nasional turut digelar di Kabupaten Boalemo. Sementara itu, dukungan terhadap kompetisi grasstrack dan berbagai komunitas menjadi bagian dari upaya memperluas ruang bagi pecinta otomotif di Gorontalo.
Erwin: Empat Tahun Sudah Cukup
Terpisah, Erwin Ismail mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena telah menjadi bagian dari perkembangan otomotif di Provinsi Gorontalo melalui IMI. Baginya, empat tahun memimpin organisasi tersebut merupakan pengalaman berharga. Kini, ia merasa sudah saatnya memberikan kesempatan kepada figur lain untuk ikut berkontribusi.
“Saya merasa bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian sejarah berkembangnya otomotif yang ada di Provinsi Gorontalo melalui Ikatan Motor Indonesia. Saya pikir empat tahun sudah cukup. Saya lebih memilih memberikan kesempatan kepada pecinta otomotif lainnya untuk bisa berkontribusi juga,” ujar Erwin.
Meski menyatakan tidak ingin maju lagi secara pribadi, Erwin menegaskan bahwa proses pergantian kepemimpinan harus berjalan sesuai aturan organisasi. Menurut dia, tidak semua orang bisa langsung menjadi Ketua Pengprov IMI. Ada persyaratan yang harus dipenuhi sebagaimana diatur dalam peraturan organisasi (PO) dan ketentuan yang berlaku.
Karena itu, rapat pleno pada Rabu malam akan menjadi forum untuk membahas agenda Musprov, mulai dari penetapan jadwal, mekanisme pelaksanaan, pembentukan Organizing Committee (OC), hingga panitia penjaringan bakal calon ketua.
“Besok Rabu di Manna Cafe, jam tujuh malam, semua klub akan saya kumpulkan. Semua pengurus dan peserta pleno juga akan hadir. Di situ kita tetapkan kapan tanggal Musprov, bagaimana mekanismenya, OC-nya, serta panitia penjaringan bakal calon juga dibentuk,” jelasnya.
Dua Syarat Calon Ketua: Passion dan Berani Berkorban
Erwin juga menyampaikan pandangannya mengenai figur yang ideal untuk memimpin IMI Gorontalo berikutnya. Menurut dia, ada dua hal penting yang harus dimiliki calon ketua. Pertama, memiliki passion atau kecintaan yang kuat terhadap dunia otomotif. Kecintaan itu, kata Erwin, tidak cukup hanya ditunjukkan dengan memiliki kendaraan, tetapi harus dibuktikan melalui keterlibatan nyata dalam kegiatan dan kehidupan komunitas otomotif.
“Dia harus punya passion di otomotif. Bukan hanya punya kendaraan, tapi memang benar-benar menyelami,” tegasnya.
Erwin mencontohkan, selama kepemimpinannya, berbagai elemen otomotif berupaya mendapatkan ruang yang sama. Mulai dari komunitas, balap motor, balap mobil, hingga kelompok penghobi dengan karakter dan jenis kendaraan berbeda. Menurut dia, pemimpin IMI harus mampu merangkul seluruh elemen tersebut tanpa membeda-bedakan komunitas maupun cabang kegiatan.
Syarat kedua, calon ketua harus siap berkorban secara material. Erwin menilai, menjalankan organisasi otomotif membutuhkan dukungan sumber daya yang tidak sedikit, terutama untuk menggelar berbagai kegiatan dan menjaga keberlangsungan program.
“Yang kedua, ya mau berkorban secara material. IMI itu organisasi yang cukup bergengsi dan semua kegiatan butuh support materi yang tidak sedikit,” ungkapnya.
Pleno Jadi Tikungan Penentu
Rapat pleno 14 Oktober 2026 kini menjadi agenda yang ditunggu pecinta otomotif Gorontalo. Selain membahas jadwal dan mekanisme Musprov, forum tersebut berpotensi menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode berikutnya. Sikap Erwin yang memilih tidak maju lagi secara pribadi memberi sinyal terbukanya kesempatan bagi figur baru. Namun, kemungkinan dirinya kembali memimpin apabila masih mendapat dorongan dari klub-klub anggota juga menjadi bagian dari dinamika yang belum sepenuhnya terjawab.
Yang pasti, Erwin berharap kepemimpinan berikutnya mampu menjaga geliat otomotif Gorontalo yang selama empat tahun terakhir diwarnai belasan event setiap tahun, pembinaan atlet, kompetisi nasional, serta penguatan komunitas. Kini, bola panas berada di tangan peserta pleno. Siapa yang bakal memegang kemudi IMI Gorontalo berikutnya? Jawabannya mulai mengerucut setelah forum organisasi tersebut menentukan langkah menuju Musprov. (*)






