nusatimes.id – Dipercaya memimpin Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Pemuda Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi, GHM dan event olahraga ekstrim langsung masuk radar utama.
Sejumlah agenda sport tourism siap digeber. Mulai dari off-road menuju Pinunggu, gowes ekstrem lintas alam, hingga paralayang dan olahraga ekstrim lainnya tengah dirancang untuk memperkaya kalender event olahraga daerah.
“Ke depan kita merencanakan olahraga-olahraga ekstrim, seperti off-road atau bersepeda sampai Pinunggu. Paralayang juga menjadi salah satu opsi,” ujar Kadis Disparekrafpora, Dr. Ir. Sultan Kalupe, S.T, M.T, Kamis (15/01/2026).
Tak hanya itu, event olahraga yang sudah mapan juga tetap dipertahankan. Gorontalo Half Marathon (GHM) dipastikan kembali digelar tahun ini dengan target ambisius: 7.500 peserta.
“GHM tetap kita laksanakan tahun ini. Targetnya 7.500 peserta, memang angka yang besar,” tegasnya.
Untuk memastikan semua event berjalan terarah, Disparekrafpora akan segera menginventarisasi seluruh agenda olahraga dan pariwisata selama satu tahun ke depan. Dari situ, pemerintah akan menyusun formulasi dukungan yang tepat agar event-event tersebut berjalan maksimal.
Tak berhenti di olahraga, sektor industri kreatif juga ikut disinergikan. Musik, kuliner, dan berbagai potensi lokal Gorontalo akan dikemas dalam satu ekosistem event.
“Gorontalo ini sangat kaya. Tinggal bagaimana kita mengolah dan memanajemennya agar berdampak pada peningkatan ekonomi dan pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Dengan kombinasi event olahraga, wisata, dan industri kreatif, Gorontalo bersiap naik level. Targetnya jelas: daerah makin hidup, atlet dan pelaku kreatif bergerak, ekonomi masyarakat ikut terdongkrak. (*)






