nusatimes.id – Olahraga dan pariwisata kini dimainkan dalam satu strategi. Pemerintah daerah mulai menggagas konsep sport tourism untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.
Keterkaitan olahraga dan pariwisata dinilai sangat kuat. Hal itu mendorong lahirnya ide pengemasan event yang memadukan atraksi olahraga, wisata alam, hingga budaya lokal.
“Olahraga dan pariwisata itu sangat erat. Kami baru saja merancang event yang mengaitkan keduanya,” ujar Kadis Disparekrafpora, Dr. Ir. Sultan Kalupe, S.T, M.T, Kamis (15/01/2026).
Salah satu konsep yang disiapkan adalah mengaitkan wisata hiu paus dengan pengalaman olahraga dan budaya khas daerah. Terinspirasi dari Bali yang sukses menjual paket wisata berbasis sport tourism, daerah ini juga ingin menghadirkan pengalaman serupa.
Olahraga tradisional Sepa Tonggo atau sepak bola api menjadi salah satu atraksi utama. Wisatawan nantinya diajak menikmati rangkaian lengkap: mulai dari melihat hiu paus, berburu kuliner khas, berbelanja oleh-oleh terung bukarang, hingga mengunjungi wisata religi Bubohu.
“Pada malam harinya, wisatawan akan menyaksikan sepak bola api. Semua itu kita kemas dalam satu kolaborasi,” jelasnya.
Konsep ini diharapkan membuat wisatawan tak sekadar datang dan pergi, tapi tinggal lebih lama dan menikmati banyak atraksi. Dengan kolaborasi olahraga, budaya, dan pariwisata, sport tourism diyakini menjadi jalan baru untuk mengenalkan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat. (*)






