nusatimes.id — Kisruh pembatalan Turnamen Billiard Mega 9 ball
Yang memperebutkan piala bergilir
2025 akhirnya menemukan titik terang. Setelah sempat ramai di salah satu grup WhatsApp biliar Gorontalo, panitia penyelenggara resmi mengeluarkan klarifikasi terkait polemik izin rekomendasi yang menjadi alasan dibatalkannya event tersebut.
Panitia sebelumnya merilis pengumuman bahwa turnamen yang dijadwalkan pada 7–14 Desember 2025 terpaksa dibatalkan karena POBSI Provinsi Gorontalo tidak mengeluarkan surat izin rekomendasi. Pernyataan ini langsung memicu reaksi dari para pemain maupun pengurus organisasi biliar.
Namun, melalui klarifikasi tertulis, panitia menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan kesalahan komunikasi internal, dan pihak panitia mengakui kekeliruan mereka. Dalam klarifikasinya, panitia menyampaikan:
“Tournament yang sedianya kami laksanakan baru mengajukan permohonan ke POBSI kota dan belum mengajukan permohonan ke POBSI provinsi. Atas statement kami pada WA group tersebut kami mengakui salah atas kesalahan informasi yang kami terima sehingga terjadi miskomunikasi dengan POBSI provinsi.”
Panitia kemudian meminta maaf dengan penuh kerendahan hati kepada seluruh pihak dan berharap klarifikasi tersebut dapat diterima.
Sementara itu, pihak POBSI Provinsi Gorontalo melalui sekertaris Hasyim Gawa yang dikonfirmasi wartawan media ini memastikan bahwa persoalan tersebut sudah dianggap selesai dan tidak lagi menjadi masalah.
“Saya sudah kase tau juga ketua, dan alhamdulillah ketua tidak ada masalah & sudah memaafkan dengan adanya klarifikasi tersebut,” ungkap salah satu pengurus POBSI Provinsi.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, polemik pembatalan turnamen dinyatakan tuntas. Panitia berharap dapat kembali menggelar event serupa di masa mendatang dengan koordinasi yang lebih solid bersama POBSI kota maupun provinsi. (*)






