Nusatimes.id (BONE BOLANGO) – Angka kemiskinan di Kabupaten Bone Bolango menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin pada 2026 tercatat sebesar 12,87 persen, turun dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 13,16 persen.
Penurunan ini menjadi salah satu indikator perkembangan kesejahteraan masyarakat di tengah pemerintahan Bupati Bone Bolango Ismet Mile bersama Wakil Bupati Risman Tolingguhu.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, persentase penduduk miskin di Bone Bolango mengalami penurunan sebesar 0,29 poin persentase. Secara jumlah, penduduk miskin pada 2026 tercatat sebanyak 20,72 ribu jiwa, lebih rendah dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 21,11 ribu jiwa.
Tren penurunan tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan data 2024. Pada tahun itu, persentase penduduk miskin di Bone Bolango tercatat sebesar 14,80 persen atau sekitar 23,67 ribu jiwa.
Data tersebut memperlihatkan adanya penurunan persentase maupun jumlah penduduk miskin dalam kurun waktu tersebut. Meski demikian, capaian ini perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Selain persentase dan jumlah penduduk miskin, data indikator kemiskinan 2026 juga mencatat garis kemiskinan sebesar Rp595.067 per kapita per bulan.
Sementara itu, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) berada pada angka 1,70 dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) sebesar 0,36. Kedua indikator ini memberikan gambaran mengenai rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan serta tingkat ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone Bolango di bawah kepemimpinan Ismet Mile dan Risman Tolingguhu, tren penurunan tersebut menjadi indikator yang perlu dipertahankan melalui program pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan menjadi sejumlah aspek penting dalam upaya menekan angka kemiskinan.
Selain itu, ketepatan sasaran program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi juga menjadi faktor penting agar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dapat merasakan manfaat pembangunan secara nyata.
Penurunan angka kemiskinan tidak hanya perlu dilihat dari perubahan persentase, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk kemampuan memenuhi kebutuhan dasar, memperoleh pekerjaan yang layak, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Dengan persentase kemiskinan yang tercatat sebesar 12,87 persen pada 2026, Bone Bolango menunjukkan perkembangan positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tantangan selanjutnya bagi pemerintah daerah adalah menjaga tren tersebut melalui kebijakan yang konsisten dan program yang tepat sasaran.
Sumber: BPS Kabupaten Bone Bolango, data kemiskinan tahun 2025 dan data indikator kemiskinan tahun 2026.












