nusatimes.id – Dua pesilat muda binaan Sentra Pembinaan Olahraga Berprestasi Daerah (SPOBDA) Gorontalo mulai menunjukkan taringnya! Latifa Hatibie dan Tasya Hamzah sukses membawa pulang medali dari ajang Kejuaraan Pencak Silat Open Bolmong 2026.
Latifa tampil gemilang dengan meraih medali perak, sementara Tasya menyumbangkan medali emas. Hasil ini menjadi suntikan motivasi bagi pembinaan pencak silat Gorontalo, terlebih keduanya baru sekitar empat bulan menjalani pembinaan di SPOBDA. Pelatih pencak silat SPOBDA Gorontalo, Dedy Punu, mengaku bersyukur atas pencapaian kedua atlet mudanya tersebut. Menurutnya, keikutsertaan Latifa dan Tasya dalam kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya menambah jam terbang dan pengalaman bertanding.
“Alhamdulillah mereka bisa menyumbangkan medali, karena baru 4 bulan dibina di SPOBDA. Meski dengan keterbatasan anggaran dan ingin menambah jam terbang mereka, saya berinisiatif menitipkan ke salah satu perguruan yang ambil bagian pada ajang tersebut,” beber Dedy, Sabtu (24/10/2026).
Langkah tersebut menjadi strategi Dedy agar anak asuhnya tidak hanya berlatih, tetapi juga merasakan langsung atmosfer pertandingan. Sebab, pengalaman menghadapi lawan di gelanggang menjadi modal penting untuk mengasah mental, teknik, dan kemampuan membaca permainan.
Namun, target pembinaan mereka tidak berhenti pada podium Open Bolmong 2026. Ada agenda yang lebih besar menanti, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2027 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Intinya saya ingin mereka bisa memperbanyak pengalaman untuk menghadapi POPNAS 2027 di NTT nanti,” lanjutnya.
Bagi Dedy, setiap pertandingan merupakan kesempatan untuk mengevaluasi perkembangan atlet. Medali yang diraih Latifa dan Tasya menjadi hasil positif, sekaligus bekal untuk terus memperbaiki kekurangan sebelum menghadapi persaingan yang lebih ketat. Kini, perjalanan kedua pesilat muda tersebut masih panjang. Dengan pembinaan berkelanjutan dan kesempatan bertanding yang lebih banyak, Latifa dan Tasya diharapkan mampu meningkatkan performa serta mematangkan kesiapan menuju POPNAS 2027.
Dua medali dari Bolmong menjadi awal yang menjanjikan. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi dan mengubah pengalaman hari ini menjadi prestasi yang lebih tinggi di panggung nasional!. (*)






