Scroll untuk baca artikel
Opini

Budaya Indonesia Sebagai Identitas dan Jati Diri Bangsa di Kancah Global

71
×

Budaya Indonesia Sebagai Identitas dan Jati Diri Bangsa di Kancah Global

Sebarkan artikel ini
Rahma Prastianty Lapamu

Nusatimes.id – Kegiatan Advance Training Badan Kordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Jabodetabeka-Banten telah memasuki hari ke-4. Suasana forum disuguhkan dengan materi yang membahas tentang histografi budaya Indonesia di kancah dunia.

Materi kali ini dibawakan oleh Muhammad Zulham, Master Degree of Defense Management Department, Faculty of Defense Management, Indonesia Defense University.

Muhammad Zulham mendefinisikan bahwa Historiografi adalah kajian mengenai sejarah. Muhammad Zulham juga menambahkan, Historiografi adalah kajian mengenai metode sejarawan dalam pengembangan sejarah sebagai disiplin ilmiah.

Maka, Histografi budaya Indonesia berarti kajian sejarah yang berkenaan dengan budaya yang ada di Indonesia.

Sejak dahulu Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam budaya yang telah lama tertanam dalam batin masyarakat Indonesia. Olehnya disebut dengan identitas atau jati diri bangsa.

Pelbagai budaya yang sudah ada sejak dahulu di Indonesia hingga kini masih terus dilestarikan hingga sekarang, dan bahkan sampai dikenal oleh dunia.

Wisatawan manca negara sering mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia dengan keindahan alamnya. Mereka sebagai saksi di mata dunia dengan tampilan budaya khas di setiap daerah.

Kekayaan budaya di Indonesia itu dapat berupa upacara adat, tradisi keagamaan, seni budaya, serta kebiasaan sosial masyarakat yang dibentuk oleh warisan leluhur.

Seiring perjalanan waktu, budaya Indonesia semakin diperkenalkan kepada dunia melalui berbagai event berskala internasional, seperti World Culture Forum (WCF) yang merupakan perhelatan budaya berskala internasional yang diselenggarakan sebagai wujud mengenalkan Kebudayaan Indonesia ke kancah dunia.

Lewat event internasional, dunia mengenal Indonesia sebagai negara yang arif dengan budaya masyarakatnya.***

Penulis: Rahma Prastianty Lapamu (Peserta Kegiatan Advance Training Badko HMI Jabodetabeka-Banten)

(Disclaimer: Seluruh isi dalam tulisan di kolom opini, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis)

Apa Komentar Anda?