nusatimes.id – Cabang olahraga yang saat ini terus berkembang dan menarik perhatian banyak masyarakat Gorontalo selain sepakbola, futsal, e-sport, taekwondo, dan karate adalah bola voli. Ya, meski dari sisi torehan prestasi masih belum banyak kejutan, namun dari segi sumber daya manusia (SDM) bola voli patut diacungkan jempol.
Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Gorontalo saat ini tercatat punya sederet wasit yang mengantongi lisensi. Diantaranya adalah Robin Pakaya, wasit berlisensi A nasional. Kepada awak media ini, Robin membagikan pengalamanya saat menjadi wasit, bermula saat dirinya menjadi pemain voli dengan melewati berbagai macam pengalaman dan pembelajaran dan selanjutnya beralih profesi menjadi seorang wasit voli.
“Jadi seorang wasit itu sangat menyenangkan, apalagi jika pertandingan berjalan lancar dan kedua tim menerima hasil yang di tetapkan,” ucap sosok yang juga Dosen Penjas di Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) UNG tersebut, Ahad (29/6/2025).
“Namun, banyak yang harus di perhatikan ketika menjadi seorang wasit di antaranya memperhatikan persiapan saat sebelum pertandingan, kemudian ketegasan dan kekompakan menjadi hal utama yang harus di bangun antara wasit 1,2 dan lenjas,” timpal wasit bertubuh jangkung dan akrab disapa Obien itu.
Menariknya, di Provinsi Gorontalo Robin menjadi wasit satu-satunya yang mengantongi lisensi A nasional atau jenjang tertinggi wasit di Indonesia sebelum kemudian mencapai lisensi wasit bola voli internasional.
“Alhamdulillah dengan lisensi yang ada saya sudah beberapa kali memimpin event bola voli seperti Kejurnas Junior U-17, U19 dan Kejurnas Senior di Banten. Pernah juga dipercaya memimpin di kompetisi bola voli Devisi Utama di Jatim, Kapolri Cup, dan terakhir Pra-PON,” beber Robin.
Terakhir Robin berharap kedepan bukan hanya animo masyarakat akan bola voli yang semakin tinggi tapi juga hal lain seperti banyaknya kompetisi berjenjang dan continue serta peningkatan kualitas SDM wasit bola voli Gorontalo yang harus ditingkatkan.
“Semoga ke depan banyak pertandingan yang akan laksanakan dan berharap wasit di Indonesia memiliki sikap adil, netral, dan profesional, memahami aturan pertandingan, memiliki pengetahuan olahraga yang luas, dan mampu mengambil keputusan yang objektif,” pungkas Robin. (*)






