Scroll untuk baca artikel
GorontaloOlahraga

Dispora Kota Gorontalo Resmi Berdiri Sendiri, Angin Segar untuk Pembinaan Atlet dan Pemuda

×

Dispora Kota Gorontalo Resmi Berdiri Sendiri, Angin Segar untuk Pembinaan Atlet dan Pemuda

Sebarkan artikel ini

 

nusatimes.id – Kabar menggembirakan datang bagi dunia olahraga Kota Gorontalo. DPRD dan Pemerintah Kota Gorontalo secara resmi menyetujui pemisahan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) melalui rapat paripurna penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada awal Juni 2026.

Keputusan tersebut melahirkan dua perangkat daerah yang berdiri sendiri, yakni Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Langkah strategis ini dinilai menjadi momentum penting bagi peningkatan pembinaan atlet, pengembangan prestasi olahraga, serta pemberdayaan generasi muda di Kota Gorontalo. Selama ini, urusan kepemudaan dan olahraga berada dalam satu dinas yang cukup besar sehingga dinilai belum berjalan secara maksimal.

Kini, Dispora Kota Gorontalo ditetapkan sebagai dinas tipe A dengan skor tipologi yang memenuhi syarat, menandakan besarnya ruang lingkup dan kebutuhan pelayanan di sektor kepemudaan dan olahraga.

Anggota Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, menyambut positif keputusan tersebut. Menurutnya, pemisahan ini menjadi jawaban atas kebutuhan pembinaan olahraga yang lebih fokus dan terarah.

“Selama ini belum maksimal pembinaan kepemudaan dan olahraga di Kota Gorontalo, padahal jika bicara prestasi kita jauh unggul dari daerah lain. Lantas kenapa tidak ada wadah untuk itu. Sehingga harapannya dengan berdirinya Dispora ini pembinaan prestasi olahraga dan kepemudaan akan lebih baik lagi ke depan,” ujar Totok.

Sosok yang juga Ketua Pansus Tentang Rancangan Peraturan Perubahan Ketiga Atas Perda Nomor 5 Tentang Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah tersebut mengaku pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Kota Gorontalo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Namun, keterbatasan struktur kelembagaan dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat pembinaan belum berjalan optimal.

Dengan hadirnya Dispora sebagai dinas mandiri, harapan besar kini tertuju pada lahirnya program-program pembinaan yang lebih terukur, mulai dari pembinaan atlet usia dini, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, hingga penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan.

Pemisahan OPD ini juga diyakini akan memperkuat perhatian pemerintah terhadap sektor kepemudaan, sehingga berbagai potensi generasi muda Kota Gorontalo dapat berkembang lebih maksimal.

Kini, dunia olahraga Kota Gorontalo memasuki babak baru. Dengan wadah yang lebih fokus dan dukungan regulasi yang kuat, target mencetak atlet berprestasi serta membangun ekosistem olahraga yang kompetitif bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang semakin realistis untuk diwujudkan. (*)

Apa Komentar Anda?