nusatimes.id – Setelah hampir setahun atau dipertengahan tahun 2025 ditinggal wafat Ketua KONI Kota Gorontalo, almarhum Hardi Sidiki, panggung politik olahraga di ibu kota provinsi kembali memanas.
Musyawarah Kota (Musorkot) KONI Kota Gorontalo yang akan digelar Selasa, 30 Desember 2025, dipastikan menjadi ajang penentuan arah olahraga prestasi Gorontalo ke depan.
Dua nama kini mencuat dan ramai diperbincangkan jelang hari-H. Anton Pakaya, Wakil Ketua KONI Kota Gorontalo saat ini, disebut-sebut sebagai kandidat terkuat penerus estafet kepemimpinan. Penantangnya tak kalah menarik, Abdulhafidz Daud, Direktur RSAS Gorontalo, figur profesional yang mulai mendapat sorotan serius dari kalangan cabang olahraga.
Jika keduanya benar-benar mendaftar dan bertarung di arena Musorkot yang akan berlangsung di Gedung Yiladiah, Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, maka pertarungan dipastikan berjalan ketat dan penuh tensi. Ini bukan sekadar perebutan jabatan, melainkan adu strategi, jaringan, dan pengaruh di tubuh olahraga Kota Gorontalo.
Hingga kini, peta dukungan cabang olahraga masih tertutup rapat. Belum ada data resmi berapa jumlah suara yang telah dikantongi masing-masing kandidat. Bahkan beberapa Ketua cabang olahraga yang coba dimintai keterangan soal arah dukungan di musyawarah nanti hingga berita ini dirilis masih enggan mengeluarkan stetmen nya.
Namun, bila mengacu pada Musorkot sebelumnya dan asumsi kekompakan internal masih terjaga, Anton Pakaya disebut memiliki keunggulan awal.
Sebagai catatan penting, berdasarkan data Musorkot KONI Kota Gorontalo tahun 2023, tercatat 21 cabang olahraga aktif yang memiliki hak suara. Namun selang dua tahun terakhir angka keaktifan organisasi cabor mulai berkurang dan saat ini masih direkap oleh panitia pelaksana musyawarah.
Jika angka vouter dalam musyawarah berhasil diperoleh maka inilah yang akan menjadi kunci penentu siapa yang keluar sebagai pemenang dalam duel panas di meja musyawarah nanti.
“Data sebelumnya ada 21 Cabor, tapi Tidak Semua Punya Hak pilih, Karena Ada Beberapa Cabor Yang sudah kadarluarsa SK kepengurusan nya. Untuk itu kami Masih Sementara merekapnya,” ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut, Senin (29/12/2025).
Satu hal yang pasti, Musorkot KONI Kota Gorontalo 2025 bukan sekadar formalitas. Ini adalah momentum krusial menentukan nahkoda baru, sekaligus masa depan prestasi olahraga Kota Gorontalo di tengah persaingan regional yang makin sengit.
Semua mata kini tertuju ke Selasa.
Siapa paling siap? Siapa paling solid? Arena akan menjawab. (*)






