Scroll untuk baca artikel
GorontaloNasionalNusantaraOlahragasepak takraw

Empat Tahun Dibina, Panen Medali di Asia

×

Empat Tahun Dibina, Panen Medali di Asia

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Medali yang dipersembahkan atlet sepak takraw Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 ternyata bukan lahir secara instan. Di balik prestasi tersebut, ada proses panjang pembinaan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui PPLP/SPOBDA.

Pelatih Timnas Sepak Takraw Indonesia, Noldi S. Husan, menyebut keberhasilan para atlet di panggung Asia merupakan buah dari pembinaan yang telah mereka jalani sejak usia pelajar.

Noldi secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo yang telah memberikan perhatian terhadap pembinaan olahraga, sehingga mampu melahirkan atlet yang kemudian menembus level tim nasional.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo atas pembinaan atlet sehingga bisa mempersembahkan medali pada multievent terbesar di Asia,” ujar Noldi.

Tiga nama, yakni Jelki, Rein, dan Rizki, menjadi bukti nyata hasil pembinaan tersebut. Ketiganya menjalani proses pembinaan selama kurang lebih empat tahun di PPLP/SPOBDA Gorontalo.

Selama berada di PPLP/SPOBDA, mereka tidak hanya ditempa dalam latihan rutin. Ketiganya juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan pelajar sebagai bagian dari proses membangun mental dan jam terbang bertanding.

Kerja keras itu kemudian berbuah prestasi. Klimaksnya terjadi ketika para atlet tersebut mampu meraih medali emas pada PON 2021 dan PON 2024. Dari panggung pelajar, mereka kemudian naik kelas ke level nasional. Perjalanan panjang tersebut akhirnya membawa mereka bergabung dengan Timnas Indonesia dan tampil di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Prestasi mereka hari ini adalah hasil pembinaan selama mereka di PPLP/SPOBDA,” tegas Noldi.

Menurutnya, keberhasilan atlet-atlet tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan usia dini dan berkelanjutan memiliki peran penting dalam memasok talenta untuk tim nasional. Noldi pun mengaku sangat bersyukur atas perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap pembinaan olahraga.

“Kami sangat bersyukur atas perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo kepada pembinaan sehingga melahirkan atlet-atlet yang dapat bergabung dengan timnas serta meraih medali bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” tuturnya.

Bagi Gorontalo, keberhasilan Jelki, Rein, dan Rizki bukan sekadar cerita tentang medali. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan dari level pelajar bisa menjadi jalan menuju panggung olahraga tertinggi di Asia.

Dari PPLP/SPOBDA, mereka ditempa. Dari kejuaraan pelajar, mental mereka dibangun. Dari PON, pengalaman mereka dimatangkan. Dan kini, panggung Asian Games menjadi tempat mereka mengharumkan nama Indonesia. Sebuah perjalanan panjang yang akhirnya berbuah medali. (*)

 

Apa Komentar Anda?