nusatimes.id – INKANAS Gorontalo terus memperkuat pembinaan karateka secara berjenjang. Salah satunya melalui pelaksanaan Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I yang digelar Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 155 karateka dari tiga Pengcab, masing-masing Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Bone Bolango.
Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Pengprov INKANAS Gorontalo, Ricky Dama, SH., menegaskan UKT bukan sekadar proses kenaikan sabuk. Menurutnya, UKT menjadi sarana evaluasi terhadap proses latihan yang telah dijalani para karateka di dojo.
“Proses UKT merupakan sarana evaluasi atas latihan yang dilakukan selama di dojo. Sebagai Ketua MSH sekaligus penanggung jawab teknik, saya berharap hasil UKT ini dapat membuat anggota INKANAS semakin meningkat dan terukur, baik secara fisik, teknik maupun mental,” ujar Ricky.
Dia menambahkan, pelaksanaan UKT juga menjadi gambaran bahwa INKANAS Gorontalo tetap solid dalam menjalankan pembinaan atlet. Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, kemampuan karateka dapat dipantau sekaligus menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas latihan.
“Dengan adanya UKT, ini juga menggambarkan perguruan INKANAS tetap solid dan terus membina para atletnya untuk mencapai prestasi tertinggi,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Prestasi INKANAS Gorontalo, Kombespol Danu Waspodo, S.I.K., menekankan pentingnya pembinaan yang terarah, disiplin, dan berkelanjutan. UKT dinilai menjadi momentum untuk mengukur kemampuan, kedisiplinan, mental, serta tanggung jawab setiap karateka.
Ketua Harian INKANAS Gorontalo, Kombespol Satrya Perdana P.T Binti, S.I.K., juga mengingatkan seluruh Pengcab agar memperkuat koordinasi, pendataan atlet, kualitas latihan, dan evaluasi.
“Prestasi tidak datang secara instan. Prestasi lahir dari pembinaan yang terencana, disiplin, dan berkelanjutan. Karena itu, kita harus memperkuat sistem pembinaan melalui koordinasi, pendataan atlet, peningkatan kualitas latihan, serta evaluasi yang berkesinambungan,” harapnya.
INKANAS Gorontalo pun bertekad memperkuat organisasi dalam satu sistem, satu koordinasi, satu komitmen, dan satu tujuan. Targetnya, melahirkan karateka Gorontalo yang tidak hanya kuat secara teknik dan mental, tetapi juga mampu bersaing dan menorehkan prestasi di level yang lebih tinggi. (*)






