nusatimes.id – Dinamika pembinaan karate di Gorontalo memasuki babak menarik. Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKANAS Gorontalo, Ricky Dama, memilih memimpin latihan perdana karate di Sekolah Rakyat Terintegrasi Boalemo, saat Gashuku dan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Semester I INKANAS Gorontalo berlangsung.
Kondisi tersebut memunculkan spekulasi mengenai arah baru pembinaan INKANAS Gorontalo.
Ricky merupakan salah satu pelatih karate yang selama ini dikenal banyak menorehkan prestasi bagi Gorontalo. Namun, ketidakhadirannya dalam Gashuku dan UKT Semester I menjadi perhatian, terlebih pada waktu yang bersamaan ia menjalankan agenda latihan di Boalemo.
Rumor mengenai keretakan di tubuh INKANAS Gorontalo pun mulai terdengar. Meski demikian, dinamika tersebut disebut belum terjadi di level pimpinan. Sorotan justru mengarah pada struktur di tingkat bawah atau akar rumput.
Indikasinya terlihat dari struktur kepanitiaan Gashuku dan UKT Semester I yang digelar pada hari yang sama, namun Ricky tidak berada dalam kegiatan tersebut.
Ricky sendiri tidak mempermasalahkan kondisi itu. Ia bahkan menegaskan dirinya sudah terbiasa menghadapi situasi ketika harus berjalan sendiri.
“So biasa ditinggal sendiri, dan terbukti masih tetap berdiri,” ujar Ricky, Sabtu (19/09/2026).
Terkait pelaksanaan Gashuku dan UKT Semester I, Ricky juga memastikan dirinya masih merasa dihargai sebagai Ketua MSH INKANAS Gorontalo.
Menurutnya, hal itu dibuktikan dengan tetap diterimanya undangan untuk menghadiri pelaksanaan UKT.
“Sampai saat ini mereka tetap mengakui saya sebagai Ketua MSH,” tegasnya.
Kini, perhatian tertuju pada bagaimana INKANAS Gorontalo melanjutkan pembinaan di tengah dinamika tersebut. Ricky memilih mengambil bagian dalam program Sekolah Rakyat Terintegrasi Boalemo, sementara agenda Gashuku dan UKT tetap berjalan.
Bagi INKANAS Gorontalo, tantangannya bukan sekadar menjaga eksistensi organisasi, tetapi memastikan pembinaan atlet tetap berjalan dan tidak terganggu oleh dinamika internal.
Era baru pembinaan karate pun mulai menjadi pembicaraan. Namun, arah akhirnya tetap akan ditentukan oleh soliditas organisasi dan bagaimana seluruh elemen INKANAS menjaga pembinaan karate di Gorontalo. (*)






