Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloNusantara

Hari Khidmat Kemenhaj, Mansur Basir Tekankan Tiga Makna: Bersyukur, Melayani, dan Berbenah

×

Hari Khidmat Kemenhaj, Mansur Basir Tekankan Tiga Makna: Bersyukur, Melayani, dan Berbenah

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Gorontalo Mansur Basir mengajak seluruh jajaran Kemenhaj menjadikan Hari Khidmat Layanan Haji dan Umrah sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah.

Hari Khidmat Layanan Haji dan Umrah diperingati setiap 8 September. Tahun ini menjadi peringatan perdana setelah Kemenhaj resmi berdiri sebagai kementerian tersendiri. Tanggal 8 September menjadi momentum bersejarah setelah lahirnya Kemenhaj melalui pengundangan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 sekaligus pelantikan menteri definitif.

Peringatan tersebut kemudian ditetapkan melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 81 Tahun 2026 sebagai Hari Khidmat Layanan Haji dan Umrah. Mansur mengatakan, peringatan perdana tersebut tidak sekadar menjadi seremoni. Ada sejumlah makna penting yang harus menjadi bahan refleksi seluruh jajaran Kemenhaj.

“Tentu kami bersyukur bahwa seluruh jajaran Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia di seluruh Indonesia merayakan ulang tahun yang pertama pada 8 September 2026,” ujar Mansur.

Dia menyebut sedikitnya ada tiga makna penting dalam momentum Hari Khidmat Kemenhaj. Pertama, menjadi penanda satu tahun perjalanan Kemenhaj dalam menjalankan tugas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah sebagai kementerian tersendiri.

“Tahun pertama sejak Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2025 ditetapkan oleh Bapak Presiden, bahwa Kementerian Haji dan Umrah melayani dan melaksanakan penyelenggaraan ibadah haji yang terpisah dari Kementerian Agama Republik Indonesia,” jelasnya.

Kedua, Hari Khidmat menjadi momentum untuk bersyukur. Menurut Mansur, seluruh jajaran Kemenhaj patut bersyukur karena mendapat amanah besar untuk melayani jemaah haji.

“Rasa syukur karena diberikan amanah untuk bisa melayani jemaah haji,” katanya.

Ketiga, momentum tersebut harus menjadi pemacu bagi jajaran Kemenhaj untuk terus berbenah dan meningkatkan kinerja. Memasuki tahun kedua, Mansur menilai Kemenhaj harus mampu bekerja lebih progresif. Evaluasi dan perbaikan pelayanan harus terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan layanan haji dan umrah yang semakin baik.

“Setelah usia satu tahun, kita dituntut untuk lebih progresif, lebih baik lagi, dan lebih berkinerja lagi. Karena ini adalah amanah umat yang harus kami laksanakan dengan baik,” tegasnya.

Mansur menekankan bahwa amanah pelayanan haji bukan sekadar tugas administratif. Di dalamnya terdapat tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat. Karena itu, Hari Khidmat Kemenhaj diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh jajaran agar semangat bersyukur, melayani, dan berbenah tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata setiap hari. (*)

Apa Komentar Anda?