nusatimes.id – Pelaku ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo didorong untuk terus berinovasi dan membangun usaha yang berdaya saing serta berkelanjutan. Kreativitas saja dinilai tidak cukup tanpa dibarengi pengetahuan, perencanaan bisnis, manajemen usaha, dan identitas produk yang kuat.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Dr. Ir. Sultan Kalupe, ST., MT., saat menutup kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Manajemen Usaha Kreatif bagi Pelaku Ekonomi Kreatif Lintas Subsektor, Kamis (5/11/2026), di Galeri UMKM Olaku, Kota Gorontalo.
Sultan menegaskan, pelaku ekonomi kreatif tidak boleh hanya mengikuti tren pasar tanpa memiliki konsep dan keunggulan produk yang jelas.
“Pelaku ekonomi kreatif jangan hanya ikut-ikutan tren, tetapi harus memiliki ilmu, kreativitas, perencanaan usaha yang baik, serta ciri khas produk yang membedakan dengan produk lainnya. Dengan begitu, usaha yang dibangun dapat bertahan dan berkelanjutan,” tegas Sultan.
Menurutnya, ekonomi kreatif menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang semakin strategis. Apalagi, terdapat 21 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan, termasuk kriya dan kerajinan.
Namun, peluang tersebut harus diimbangi kemampuan pelaku usaha dalam menciptakan inovasi dan meningkatkan nilai tambah produk. Sultan mencontohkan menjamurnya usaha kedai kopi dan kuliner dengan konsep yang hampir serupa. Sayangnya, tidak semua mampu bertahan karena kurangnya perencanaan bisnis, inovasi, serta karakter produk yang menjadi pembeda.
Karena itu, ia meminta pelaku usaha mulai membangun identitas produk, memperluas pasar, meningkatkan kualitas, memperbaiki cita rasa, hingga menciptakan merek yang mudah dikenal masyarakat.
“Yang kita harapkan bukan sekadar mengikuti tren. Pelaku usaha harus mampu memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki cita rasa, dan menciptakan brand yang mudah diingat masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan produk lokal, khususnya kuliner khas daerah. Keunikan dan nilai jual produk lokal harus terus dipertahankan agar tidak tergerus persaingan sekaligus tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Lebih lanjut, Sultan menjelaskan, Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong pengembangan UMKM melalui tiga aspek utama. Yakni fasilitasi akses permodalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta penyediaan ruang promosi melalui berbagai kegiatan dan event.
Menariknya, pelaku ekonomi kreatif juga diajak memanfaatkan momentum Gorontalo Half Marathon (GHM) yang dijadwalkan berlangsung pada 6 Desember 2026. Menurut Sultan, GHM bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga peluang besar untuk memperluas pasar UMKM, meningkatkan transaksi ekonomi, sekaligus memperkenalkan produk unggulan lokal kepada pengunjung dari berbagai daerah.
Untuk mendukung keterlibatan pelaku usaha, Disparekrafpora menyiapkan dua lokasi promosi UMKM. Pertama, kawasan Azalea pada 3–4 Desember 2026, bertepatan dengan kegiatan pengambilan racepack peserta. Kedua, Lapangan Taruna Remaja pada 5–6 Desember 2026 selama rangkaian pelaksanaan GHM.
Fasilitasi booth bagi UMKM tersebut diberikan secara gratis melalui proses kurasi, dengan tetap memperhatikan persyaratan administrasi dan ketentuan yang ditetapkan panitia.
Sementara itu, Bimtek Penguatan Manajemen Usaha Kreatif ini menghadirkan dua pemateri, yakni Dr. Melan Angriani Asnawi, S.Pd., M.Si., dari kalangan akademisi dan Rizki Ramadhan selaku praktisi ekonomi kreatif.
Keduanya memberikan pembekalan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara profesional, mulai dari pengembangan produk hingga strategi pengelolaan usaha.
Menutup kegiatan tersebut, Sultan berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti sebatas materi pelatihan. Para pelaku ekonomi kreatif diharapkan mampu menerapkannya secara nyata dalam mengembangkan usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, serta menciptakan ekosistem ekonomi kreatif Gorontalo yang semakin inovatif dan berkelanjutan. (*)






