Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloNasionalNusantaraOlahragasepak takraw

Salah Jadwal, Audiensi Atlet Pelatih Takraw Ditunda

×

Salah Jadwal, Audiensi Atlet Pelatih Takraw Ditunda

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Rencana pertemuan dengan kontingen sepak takraw Gorontalo yang baru kembali dari ASEAN Games 2026 harus tertunda. Penyebabnya cukup sederhana, tetapi berdampak pada agenda penyambutan para pejuang olahraga daerah.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengakui terjadi miskomunikasi terkait jadwal kedatangan kontingen.

Menurut Sultan, dirinya dan Ketua KONI Provinsi Gorontalo sama-sama keliru membaca jadwal. Komunikasi menyebut 7 Oktober sebagai hari Kamis, padahal tanggal tersebut jatuh pada Rabu.

“Saya juga sudah tidak periksa. 7 Oktober ternyata hari Rabu. Pak Ketua juga buat WhatsApp hari Kamis, ternyata Rabu. Jadi begitu. Saya cuma lihat hari Kamis, tidak lihat tanggalnya. Pak Ketua juga cuma lihat tanggalnya, tidak lihat harinya,” kata Sultan kepada awak media ini, Rabu (7/10/2026).

Padahal, Pemprov Gorontalo sebenarnya sudah menyiapkan langkah untuk bertemu dengan para atlet dan pelatih sepak takraw. Sultan mengatakan, Kabid Olahraga bahkan telah berupaya mengajak kontingen makan siang sekaligus membicarakan rencana audiensi dengan Gubernur Gorontalo.

Namun, rencana tersebut belum terealisasi lantaran para atlet sudah memilih beristirahat di rumah masing-masing setelah menjalani perjalanan panjang.

“Tadi juga sudah berupaya telepon mereka, tetapi mereka sudah istirahat. Sebenarnya jam 11 tadi Pak Kabid Olahraga mau ajak mereka makan siang. Setelah makan siang mau dibicarakan untuk ketemu dengan Pak Gubernur, audiensi,” ujarnya.

“Mereka jawab sudah istirahat di rumah masing-masing,” sambung Sultan.

Meski agenda hari ini gagal terlaksana, Pemprov Gorontalo memastikan komunikasi tetap dilakukan. Sultan mengaku telah meminta petunjuk kepada Gubernur Gorontalo agar audiensi dengan para pahlawan olahraga daerah itu dapat digelar secepatnya.

“Insya Allah besok saya juga sudah minta petunjuk ke Pak Gubernur untuk bisa audiensi dengan Pak Gubernur besok pagi. Jadi kalau Pak Gubernur buat jadwalnya, insya Allah besok bisa audiensi,” tuturnya.

Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi kontingen sepak takraw untuk menyampaikan laporan hasil perjuangan mereka di pentas ASEAN Games 2026. Para atlet dan pelatih diharapkan dapat menyampaikan langsung capaian, pengalaman, sekaligus evaluasi selama bertanding di ajang internasional tersebut.

Bagi Gorontalo, perjuangan kontingen sepak takraw bukan sekadar soal pertandingan. Medali yang berhasil dipersembahkan menjadi bukti bahwa atlet-atlet daerah mampu bersaing di level Asia Tenggara dan mengharumkan nama daerah di pentas internasional. (*)

Apa Komentar Anda?