Scroll untuk baca artikel
Gorontalo

Warga Keluhkan Pendataan Penginapan Peserta PENAS 2026, Diduga Tak Sesuai Realisasi

×

Warga Keluhkan Pendataan Penginapan Peserta PENAS 2026, Diduga Tak Sesuai Realisasi

Sebarkan artikel ini

Warga Keluhkan Pendataan Penginapan Peserta PENAS 2026, Diduga Tak Sesuai Realisasi

GORONTALO – Sejumlah warga yang rumahnya dijadikan lokasi penginapan peserta Pekan Nasional (PENAS) 2026 di Gorontalo mengaku kecewa dengan proses pendataan dan penempatan peserta yang dinilai tidak sesuai dengan informasi awal yang disampaikan panitia.

Salah satu warga Kelurahan Hepuhulawa, mengungkapkan bahwa tetangganya sebelumnya didata akan ditempati sekitar 10 hingga 15 peserta. Namun saat kegiatan berlangsung, jumlah peserta yang menginap jauh di bawah perkiraan.

“Awalnya didata akan menerima sekitar 10 sampai 15 orang peserta yang menginap di rumah. Tapi kenyataannya hanya dua orang yang datang,” ungkap sosok yang tidak ingin sebutkan namanya tersebut, Ahad (21/6/2026).

Menurutnya, keluarga telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut para peserta, termasuk menyiapkan kebutuhan konsumsi selama pelaksanaan PENAS. Namun rencana tersebut akhirnya batal setelah diketahui konsumsi peserta telah ditangani melalui sistem katering yang disiapkan panitia.

“Kami sudah mempersiapkan bahan makanan untuk peserta selama kegiatan berlangsung. Sayangnya itu tidak jadi karena panitia ternyata sudah menyediakan katering,” katanya.

Keluhan tidak hanya terkait jumlah peserta yang menginap. Ia juga menyoroti lemahnya koordinasi antara panitia dan pemerintah kelurahan dalam proses pendataan serta penempatan kontingen di rumah-rumah warga. Ia mencontohkan adanya perubahan mendadak terhadap penempatan peserta yang sebelumnya telah ditetapkan. Salah satu rumah yang semula dijadwalkan menerima kontingen dari Kalimantan Selatan, tiba-tiba mengalami pergantian tanpa penjelasan yang jelas.

“Peserta sebenarnya sudah merasa nyaman. Tapi kemudian ada oknum yang mengaku panitia dan meminta mereka pindah. Yang disayangkan, informasi yang sampai ke pemerintah kelurahan justru seolah-olah kami sebagai tuan rumah yang mengusir peserta, padahal itu tidak benar,” jelasnya.

Harapannya, pemerintah daerah baik tingkat kabupaten maupun provinsi, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pendataan dan penempatan peserta selama PENAS 2026. Menurutnya, jika benar terdapat pihak-pihak yang memanfaatkan momentum kegiatan nasional tersebut untuk kepentingan tertentu, maka harus segera ditelusuri.

“Harus ditelusuri oleh pemerintah siapa yang bermain di balik persoalan ini. Jangan sampai hal seperti ini mencoreng nama Gorontalo sebagai tuan rumah kegiatan nasional,” tegasnya.

Keluhan warga ini menjadi catatan penting bagi penyelenggara agar pelaksanaan event berskala nasional ke depan dapat berjalan lebih tertata, transparan, dan memberikan manfaat yang seimbang bagi masyarakat yang turut berpartisipasi sebagai tuan rumah. (*)

 

 

Apa Komentar Anda?