Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloKesehatan

Seminar Kesehatan Mental Dorong Kampus Aman, Sehat Mental, dan Berintegritas

×

Seminar Kesehatan Mental Dorong Kampus Aman, Sehat Mental, dan Berintegritas

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat secara mental terus didorong di lingkungan perguruan tinggi. Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) Cabang Manado bersama Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo menggelar Seminar Kesehatan Mental bertema “Mewujudkan Kampus yang Aman, Sehat Mental, dan Berintegritas”.

Kegiatan yang berlangsung Kamis (13/8/2026) tersebut digelar di lantai 3 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Seminar menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai persoalan kesehatan mental yang dekat dengan kehidupan mahasiswa.

dr. Yancy Lumentut, Sp.KJ, M.Kes., mengangkat materi mengenai perundungan dan pelecehan seksual. Sementara dr. Noviyanti Hajai, Sp.K.J., membahas depresi dan pencegahan bunuh diri. Adapun dr. Rohmatyah Suaib, Sp.K.J., menyampaikan materi mengenai etika pendidikan, manajemen stres, beban akademik, dan resiliensi. Seminar tersebut dipandu dr. Qurfota A’Yun, Sp.K.J., sebagai moderator.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan literasi kesehatan mental di lingkungan kampus. Mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan didorong untuk mampu mengenali persoalan psikologis sejak dini. Selain itu, peserta diharapkan memiliki keberanian untuk mencari pertolongan ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan kesehatan mental.

Lingkungan kampus juga diharapkan dapat berkembang menjadi ruang pendidikan yang aman, suportif, serta bebas dari berbagai bentuk kekerasan dan tindakan yang merendahkan martabat. Dr. Rohmatyah Suaib menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa untuk membangun resiliensi dalam menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.

“Sangat penting juga bagi mahasiswa adalah bagaimana cara bertahan (resiliensi) bukan di jalan yang mudah, tapi yang tepat,” kata dr. Rohmatyah.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tuntutan akademik dan berbagai tekanan yang dapat dihadapi mahasiswa selama proses pendidikan.
Melalui seminar ini, PDSKJI Cabang Manado dan Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo menegaskan bahwa kesehatan mental bukan hanya persoalan individu.

Kesehatan mental merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat perhatian dari seluruh elemen kampus. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun budaya pendidikan yang saling menghormati, peduli, dan berintegritas.

Dengan lingkungan kampus yang aman dan sehat secara mental, proses pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga pribadi yang tangguh, berkarakter, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (*)

Apa Komentar Anda?