nusatimes.id – Gorontalo punya banyak potensi atlet karate berbakat. Namun, tidak semuanya sudah terdeteksi. Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate 2026 yang digelar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Provinsi Gorontalo di GOR David Tony Limboto menjadi momentum untuk memburu talenta-talenta potensial tersebut.
Kabid Olahraga Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo, Yusuf Lacuba, menyebut Kejurda sebagai langkah penting untuk memetakan kekuatan atlet karate dari berbagai jenjang dan wilayah di Gorontalo.
Hadir mewakili kepala dinas, Yusuf berharap kejuaraan ini tidak sekadar menjadi ajang perebutan medali. Lebih dari itu, Kejurda harus menjadi panggung pembuktian kualitas pembinaan sekaligus kesempatan bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Saya berharap penyelenggaraan acara ini dapat menjadi ajang untuk menggali dan mengasah talenta atlet muda karate Gorontalo, sehingga bukan cuma satu atau dua saja atlet berprestasi yang lahir, tetapi lebih banyak lagi,” kata Yusuf, Ahad (31/10/2026).
Menurutnya, potensi atlet berprestasi di Gorontalo sangat besar. Tantangannya, masih ada talenta yang belum terpantau dan belum mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan.
Karena itu, Kejurda memiliki peran strategis. Dari arena pertandingan inilah, kemampuan atlet dapat diukur, potensi bisa dikenali, dan bibit-bibit unggul dapat dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di level yang lebih tinggi.
Yusuf juga mengingatkan para karateka agar tidak hanya mengejar kemenangan. Sportivitas, disiplin, kejujuran, dan sikap menghormati lawan harus menjadi bagian penting dari setiap pertandingan.
Baginya, prestasi tidak semata-mata ditentukan oleh medali yang dibawa pulang. Karakter dan sikap seorang atlet juga menjadi ukuran keberhasilan dalam olahraga.
“Keberhasilan tidak hanya terletak pada medali, tetapi juga pada sikap yang mulia dan kejujuran dalam bertanding,” tegasnya.
Yusuf berharap Kejurda Karate 2026 menjadi titik awal bagi para atlet untuk melangkah lebih jauh. Bukan hanya berjaya di tingkat daerah, tetapi juga mampu bersaing di kejuaraan nasional hingga internasional.
Harapan itu sekaligus menjadi tantangan bagi FORKI Gorontalo untuk terus memperkuat pembinaan dan melahirkan lebih banyak karateka berkualitas.
Targetnya jelas: semakin banyak atlet potensial terdeteksi, semakin besar peluang Gorontalo melahirkan karateka yang mampu mengharumkan nama daerah di panggung olahraga nasional dan internasional. (*)






