nusatimes.id – Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Asosiasi Senam Aerobik dan Fitness Indonesia (ASIAFI) sukses memanaskan atmosfer Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Gorontalo di Pantai Bolihutuo, Kabupaten Boalemo. Antusiasme peserta bahkan melampaui target panitia.
Ketua ASIAFI Provinsi Gorontalo, Hj. Hartati Majegu atau yang akrab disapa Ibu Ati, mengungkapkan bahwa hampir 100 pegiat ambil bagian dalam perlombaan, jauh di atas perkiraan awal yang hanya menargetkan sekitar 50 peserta.
“Alhamdulillah antusias masyarakat dan para pencinta olahraga sangat luar biasa. Target kami hanya sekitar 50 orang, tetapi yang ikut hampir 100 peserta dari berbagai kategori,” ujar Hartati, Sabtu (25/7/2026).
Pada FORPROV II kali ini, ASIAFI mempertandingkan empat kategori, yakni Pemula Murni, Mahir/Instruktur, Dance Fitness, dan Zumba Party. Seluruh peserta memperebutkan medali, piagam penghargaan, serta hadiah uang tunai. Khusus kategori Zumba Party, panitia menyiapkan penghargaan bagi 10 peserta terbaik.
Hartati menjelaskan, seluruh kabupaten dan kota di Gorontalo telah memiliki kepengurusan ASIAFI sehingga keikutsertaan peserta semakin merata. Menariknya, kategori Zumba Party menjadi yang paling diminati dengan hampir 50 peserta.
Meski digelar secara sederhana, pelaksanaan lomba berlangsung lancar dalam satu hari penuh. Menurut Hartati, keterbatasan anggaran membuat panitia harus menyesuaikan format pertandingan tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan.
“Semua ini kami lakukan secara mandiri. Bantuan dari KORMI hanya untuk piala dan hadiah uang tunai. Selebihnya, seluruh pengurus dan anggota ASIAFI bergotong royong membiayai kegiatan ini karena kami memang mencintai olahraga,” katanya.
Dalam proses penjurian, panitia menurunkan empat juri yang menilai setiap peserta secara individu, meski tampil secara bersamaan dalam satu kelompok.
Untuk kategori aerobik, aspek yang dinilai meliputi kualitas gerakan, kecepatan mengikuti instruktur, daya tahan tubuh, serta kerapian perlengkapan seperti pakaian dan sepatu. Sementara kategori pemula dan mahir memiliki standar penilaian yang berbeda sesuai tingkat kemampuan peserta.
“Kalau pemula tentu gerakannya disesuaikan dengan kemampuan dasar. Sedangkan kategori mahir menuntut teknik, ketepatan gerakan, kecepatan mengikuti instruktur, hingga daya tahan yang semuanya hanya bisa diperoleh melalui latihan yang rutin,” jelasnya.
Hartati berharap tingginya animo masyarakat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan olahraga kebugaran di Gorontalo. Baginya, semangat para pegiat menjadi bukti bahwa olahraga masyarakat terus tumbuh meski dengan keterbatasan fasilitas dan dukungan anggaran. (*)






