nusatimes.id — Bukan hanya pemain yang dituntut punya stamina prima. Para pengadil lapangan juga harus siap berlari sepanjang pertandingan. Hal itu yang kini menjadi perhatian PSSI Gorontalo melalui Fitnes Test Wasit C-I dan C-II se-Provinsi Gorontalo, Sabtu (3/10/2026).
Sebanyak 20 wasit ambil bagian dalam agenda yang berlangsung di Stadion Merdeka, Kota Gorontalo, mulai pukul 07.00 WITA. Mereka terdiri dari 8 wasit C-I dan 12 wasit C-II. Tes kebugaran ini menjadi bagian dari agenda penyegaran sekaligus rekrutmen wasit. PSSI Gorontalo sebelumnya telah mengeluarkan surat pemanggilan bagi wasit C-I dan C-II se-Provinsi Gorontalo untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Untuk memastikan tes berjalan sesuai standar, Nanang Mantali dipercaya sebagai instruktur teknik. Sementara aspek kebugaran fisik ditangani Yadin Mantali. Di sisi lain, Isa Lawani bertugas sebagai Komite Wasit. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mengukur kesiapan para wasit, terutama dari sisi teknik dan kondisi fisik.
“Kabugaran wasit adalah hal yang sangat penting dalam sebuah pertandingan, sehingganya PSSI Gorontalo secara rutin mengupdate kondisi fisik semua perangkatnya,” ujar Nanang Mantali.
Bagi para pengadil lapangan, tes ini bukan sekadar berlari dan mengejar catatan waktu. Ini menjadi panggung pembuktian bahwa mereka juga harus memiliki daya tahan dan kesiapan prima sebelum memimpin pertandingan. Sebab, keputusan cepat saja belum cukup. Wasit juga harus kuat mengikuti setiap detik pertandingan!.
“jika wasit bugar dan fisiknya prima, bukan tidak mungkin dapat menjalankan tugas di liga 4 atau Liga 3 kompetisi sepakbola nasional,” pungkas Isa Lawani. (*)






