nusatimes.id — Bursa calon Ketua PSSI Gorontalo mulai memasuki fase krusial. Tinggal dua hari lagi, Komite Pemilihan akan mengumumkan daftar calon sementara Ketua PSSI Gorontalo, tepatnya pada 6 Oktober 2026.
Setelah itu, tahapan berlanjut dengan penyampaian permohonan dan berkas banding pada 7-10 Oktober. Komite Pemilihan kemudian dijadwalkan mengumumkan daftar calon tetap pada 12 Oktober. Puncaknya, Kongres Biasa Pemilihan Ketua PSSI Gorontalo akan digelar pada 24 Oktober 2026.
Namun, hingga mendekati pengumuman daftar calon sementara, belum terlihat geliat berarti terkait munculnya figur baru yang siap menantang Lahmudin Hambali.
Situasi ini membuat peta persaingan masih menjadi tanda tanya. Jika nantinya hanya satu calon yang memenuhi seluruh tahapan pencalonan, maka pemilihan bisa berlangsung tanpa persaingan langsung dan Lahmudin berpeluang kembali memimpin PSSI Gorontalo untuk periode keduanya.
Lahmudin sendiri merupakan calon yang telah menyatakan diri maju kembali. Sejauh ini, belum muncul secara terbuka figur lain yang memastikan diri masuk dalam pertarungan perebutan kursi nomor satu PSSI Gorontalo.
Jika benar hanya Lahmudin yang melaju hingga daftar calon tetap, Kongres 24 Oktober bisa menjadi panggung penegasan kepemimpinannya untuk periode kedua. Sebaliknya, jika pada 6 Oktober nanti muncul nama baru, bursa Ketua PSSI Gorontalo otomatis berubah. Persaingan akan menjadi lebih terbuka dan dinamika kongres dipastikan semakin menarik.
Apalagi, dukungan dari elemen sepak bola Gorontalo terhadap kepemimpinan Lahmudin menjadi salah satu faktor yang ikut mewarnai bursa. Namun, siapa saja yang benar-benar lolos sebagai calon tetap baru bisa diketahui setelah seluruh tahapan pencalonan dan banding selesai.
Jadi, kuncinya ada pada 12 Oktober.
Apakah Lahmudin akan melaju sendirian? Atau tiba-tiba muncul penantang yang membuat perebutan kursi Ketua PSSI Gorontalo memanas? Jawabannya tinggal menunggu waktu. Kongres 24 Oktober bakal menjadi panggung penentuan. (*)






