Nusatimes.id (BONE BOLANGO) — Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, mengambil langkah terobosan dengan menciptakan skema investasi mandiri tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah strategis ini dirancang untuk mewujudkan Bone Bolango sebagai daerah pelopor transisi energi dan pembangunan berkelanjutan (go green).
Asisten III Bidang Administrasi Umum sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Bone Bolango, Ichsan Budiman Wantogia, mengungkapkan bahwa visi besar Bupati Ismet Mile ini bertujuan untuk membuka peluang investasi seluas-luasnya di berbagai lini komoditas unggulan tanpa menguras kas daerah.
“Optimalisasi APBD saja tidak akan mencukupi untuk membiayai transisi menuju energi bersih yang butuh modal besar. Oleh karena itu, Bapak Bupati Ismet Mile mendorong investasi mandiri sebagai kunci utama yang sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pelestarian lingkungan,” ujar Ichsan dalam keterangan resminya, Selasa (25/8).
Lebih lanjut, Ichsan menjelaskan bahwa gagasan Bupati Ismet Mile ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan ditujukan sebagai warisan (legacy) jangka panjang bagi generasi masa depan Bone Bolango.
Investasi mandiri tanpa APBD ini diarahkan pada empat sektor strategis, yaitu:
-
Infrastruktur Energi Terbarukan: Pembangunan tenaga surya, mikrohidro, dan pengelolaan sampah menjadi energi ramah lingkungan.
-
Pertanian Berkelanjutan: Pengembangan komoditas lokal dengan konsep pertanian hijau (green agriculture) yang bebas emisi.
-
Pariwisata Ekologis (Ecotourism): Pembangunan wisata alam yang memberdayakan masyarakat sekitar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
-
Industri Kreatif Hijau: Pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi.
Untuk memastikan gagasan investasi ini berjalan lancar hingga ke tingkat tapak, Pemkab Bone Bolango turut menggandeng sektor perbankan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan Koperasi Desa (Kopdes).
“Pelibatan BUMDes dan Koperasi Desa ini adalah strategi untuk membuka akses pembiayaan yang mudah bagi masyarakat, sekaligus memastikan distribusi permodalan investasi tepat sasaran hingga ke lini terkecil,” pungkas Ichsan.







