Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontalo

Gorontalo Karawo Karnaval 2026 Ditarget Dongkrak Perputaran Ekonomi hingga Rp4,5 Miliar

×

Gorontalo Karawo Karnaval 2026 Ditarget Dongkrak Perputaran Ekonomi hingga Rp4,5 Miliar

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Gorontalo Karawo Karnaval (GKK) 2026 tidak hanya ditargetkan semakin meriah, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan perputaran ekonomi dalam pelaksanaan GKK tahun ini diproyeksikan meningkat dari sekitar Rp3,5 miliar menjadi Rp4,5 miliar. Menurut Sultan, proyeksi tersebut dihitung dari berbagai transaksi yang muncul selama kegiatan, mulai dari transaksi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan seniman karawo hingga penjualan produk UMKM.

“Dari hasil hitungan-hitungan kami, ada peningkatan sekitar dari Rp3,5 miliar menjadi Rp4,5 miliar,” kata Sultan.

Perputaran ekonomi tersebut juga diproyeksikan berasal dari aktivitas UMKM di sekitar Gorontalo Performing Arts Center (GPCC) serta kawasan Jalan Ario Kartili yang akan menjadi lokasi food street.

“Jadi mudah-mudahan tahun ini dampak ekonominya akan semakin besar,” ujarnya.

Peserta Berkurang, Kualitas Diharapkan Meningkat

Dari sisi jumlah peserta, Sultan mengakui terdapat penurunan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan penurunan kualitas. Ia justru berharap peserta yang tampil tahun ini mampu menghadirkan karya dan maskot yang lebih berkualitas.

“Kalau kita lihat dari jumlah atau kuantitasnya berkurang, tetapi kualitas daripada maskot kepesertaan itu lebih baik. Mudah-mudahan lebih baik dari tahun sebelumnya,” tuturnya.

Menariknya, GKK 2026 tidak hanya melibatkan unsur pemerintah daerah. Dari total peserta yang ada, sebanyak 18 peserta berasal dari luar OPD, di antaranya perbankan, asosiasi, dan komunitas seniman. Bahkan, GKK tahun ini mendapat partisipasi dari luar daerah. Salah satu peserta berasal dari Pulau Bali dengan melibatkan sekitar 100 seniman. Mereka mengangkat tema Krisna dalam penampilannya.

Para seniman tersebut merupakan gabungan warga Bali yang tinggal di Bali, Gorontalo, Sulawesi Utara, Palu, Sulawesi Tengah, hingga peserta dari India. Kehadiran peserta lintas daerah dan negara tersebut diharapkan semakin memperkaya warna GKK sekaligus memperluas gaung karawo sebagai bagian dari kekayaan budaya Gorontalo.

Masyarakat Diminta Ramaikan GKK

Sultan mengajak masyarakat Gorontalo untuk hadir dan menyaksikan langsung kemeriahan GKK 2026. Namun, masyarakat juga diminta ikut menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap masyarakat dapat menyaksikan pagelaran Gorontalo Karnaval Karawo ini, kita meramaikan, kemudian tentu kami juga berharap masyarakat bisa menikmati dengan baik, menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan,” kata Sultan.

Tak hanya menjadi penonton, masyarakat juga diharapkan ikut menggerakkan roda ekonomi dengan berbelanja produk-produk UMKM yang tersedia di sekitar lokasi kegiatan.

“Jangan lupa membawa uang untuk belanja di produk UMKM,” pungkasnya. (*)

Apa Komentar Anda?