Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontalo

Karnaval Karawo 2026: Peserta Terlambat Bisa Didiskualifikasi, Akses Ditutup Mulai Siang

×

Karnaval Karawo 2026: Peserta Terlambat Bisa Didiskualifikasi, Akses Ditutup Mulai Siang

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Persiapan pelaksanaan Karnaval Karawo 2026 terus dimatangkan. Panitia menyiapkan sejumlah rekayasa teknis untuk memastikan agenda tahunan tersebut berjalan tertib, nyaman, dan semakin semarak. Salah satu perhatian utama panitia adalah ketepatan waktu peserta. Akses keluar-masuk menuju area karnaval akan ditutup sebelum pelaksanaan dimulai.

Panitia menegaskan peserta yang terlambat tidak akan diperkenankan masuk dan berpotensi langsung didiskualifikasi.

“Jam 2 itu sudah ditutup pintu pagar. Akses masuk-keluar sudah tidak boleh. Yang terlambat, diskualifikasi,” tegas Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe dalam pemaparan persiapan kegiatan.

Bahkan, penutupan sejumlah akses jalan direncanakan dilakukan lebih awal, sekitar pukul 12.00 WITA. Peserta, perwakilan OPD, perbankan, perhotelan, swasta, maupun instansi lainnya diminta sudah berada di lokasi paling lambat pukul 13.00 WITA. Hal itu dilakukan karena rangkaian kegiatan dimulai dari GPCC sekitar pukul 13.00 WITA. Setelah seremoni pembukaan, seluruh peserta akan diarahkan menuju lokasi karnaval untuk persiapan sebelum parade dimulai sekitar pukul 14.00 WITA.

Peserta Disiapkan Tenda Khusus

Untuk memberikan kenyamanan, panitia menyediakan tenda dan tempat duduk bagi peserta. Sistem persiapan dibuat secara bergantian agar tidak terjadi penumpukan. Peserta nomor 1 hingga 10 akan terlebih dahulu ditempatkan di tenda persiapan di belakang panggung utama. Setelah beberapa peserta mulai bergerak, peserta berikutnya akan masuk secara bergantian.

Tenda tersebut juga akan dilengkapi tirai sehingga peserta tidak terlihat dari luar. Panitia bahkan mengupayakan fasilitas kipas angin atau pendingin ruangan agar peserta tetap nyaman sebelum tampil.

“Supaya tidak ada yang berdiri dan peserta lebih nyaman. Kita usahakan ada kipas angin atau AC,” ujar Sultan.

Panggung dan Penonton Berubah

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, posisi panggung utama tahun ini mengalami perubahan. Panggung VVIP dan panggung utama akan ditempatkan di sisi utara GPCC, tepatnya di seberang jalan. Sementara itu, penonton akan diarahkan ke area tenda khusus dengan kapasitas sekitar 500 orang. Area tersebut dibagi menjadi tiga bagian untuk mengatur kepadatan penonton.

Selain itu, penonton juga akan diarahkan ke booth-booth UMKM yang tersedia di sekitar lokasi. Konsep tersebut diharapkan tidak hanya membuat acara lebih semarak, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM.

“Bawa uang untuk belanja, biar cuma minum kopi,” kata Kadis Parekrafpora.

Ada Photobooth hingga Fotografer Profesional

Untuk menambah daya tarik, panitia juga menyiapkan photobooth di sekitar pagar NasDem. Pengunjung nantinya dapat mengabadikan momen menggunakan telepon seluler maupun memanfaatkan jasa fotografer profesional yang disediakan panitia. Konsep ini diharapkan membuat Karnaval Karawo tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menghadirkan pengalaman menarik bagi masyarakat yang datang.

Hadiah Diupayakan Naik

Dari sisi penghargaan, panitia memastikan hadiah bagi peserta akan diupayakan minimal sama dengan tahun sebelumnya, bahkan terbuka kemungkinan mengalami peningkatan. Kategori penghargaan yang disiapkan antara lain juara 1, 2, 3, harapan, serta kategori favorit. Besaran hadiah masih dalam tahap pembahasan menyesuaikan anggaran yang tersedia.

Panitia juga mengingatkan seluruh peserta agar mulai menjaga kondisi fisik. Kostum, konsep, model, hingga kesehatan menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak sekarang.

“Yang paling penting adalah kesehatan. Mulai sekarang dijaga, jangan sampai pada saatnya drop,” pesan Sultan.

Target Lebih Meriah Tahun Depan

Karnaval Karawo 2026 menjadi pelaksanaan tahun ke-12. Panitia berharap penyelenggaraan tahun ini kembali mengalami peningkatan dari sisi kualitas maupun antusiasme masyarakat. Lokasi tersebut dinilai memiliki jalur yang lebih panjang, lebar, serta banyak alternatif akses apabila dilakukan penutupan jalan. Kawasan itu juga dinilai lebih ramai masyarakat sehingga berpotensi membuat Karnaval Karawo semakin meriah.

“Kalau Jalan Panjaitan ditutup dari mana saja boleh, karena banyak alternatif. Mudah-mudahan tahun depan kita coba di Panjaitan,” ujar Sultan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Karnaval Karawo 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas busana dan budaya khas Gorontalo, tetapi juga menjadi magnet bagi masyarakat, wisatawan, pelaku UMKM, serta sektor swasta untuk ikut meramaikan perhelatan tersebut. (*)

 

Apa Komentar Anda?