nusatimes.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Gorontalo siap membawa sejumlah usulan strategis pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPSI 2026. Rakernas yang digelar Pengurus Besar (PB) IPSI pada 5–6 September 2026 itu menjadi momentum bagi Gorontalo untuk menyuarakan kebutuhan daerah, terutama terkait pembinaan atlet, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga peluang menuju PON 2028.
Wakil Sekretaris Pengprov IPSI Gorontalo, Herman Malik, mengatakan Gorontalo akan diwakili Ketua Pengprov IPSI Gorontalo Indra Gobel dan Ketua Harian Husin Ali.
“Salam Pencak Silat. Pada 5 sampai 6 September 2026 nanti berlangsung Rakernas IPSI yang dilaksanakan PB IPSI. Pengprov IPSI Gorontalo diwakili Pak Ketua Indra Gobel dan Pak Ketua Harian Husin Ali siap hadir mensukseskan Rakernas,” kata Herman, Kamis (3/9/2026).
Gorontalo saat ini memiliki satu Pengprov dan enam Pengkab/Pengkot aktif. Selain itu, terdapat lebih dari 25 sasana binaan yang tersebar di kabupaten/kota. Capaian atlet Gorontalo sepanjang 2025 juga menjadi modal penting. Sejumlah pesilat berhasil menyumbangkan medali pada Kejurnas Pelajar dan POPWIL Sulawesi.
Namun, perjalanan pembinaan masih menghadapi sejumlah kendala. Mulai dari keterbatasan matras dan perlengkapan pelindung di sasana daerah, akses pendidikan dan pelatihan (diklat) wasit maupun pelatih yang masih terpusat di Jawa, tingginya biaya transportasi menuju event nasional, hingga pembinaan usia dini yang belum merata sampai pelosok.
Karena itu, Pengprov IPSI Gorontalo mengusulkan talent scouting PB IPSI turun langsung ke daerah 3T, termasuk Gorontalo. Selain itu, Gorontalo mendorong adanya kuota Pelatnas bagi atlet dan pelatih potensial dari luar Jawa. Tak kalah penting, Gorontalo mengusulkan ujian wasit/juri nasional digelar setahun sekali di kawasan Sulawesi serta pemberian kuota 10 pelatih Gorontalo mengikuti diklat dengan subsidi PB IPSI.
Di sektor organisasi dan sarana prasarana, Gorontalo juga mengusulkan bimtek administrasi, bantuan matras dan perlengkapan pelindung untuk dua sasana pembinaan, percepatan digitalisasi SIPSI Online, serta skema dana hibah berbasis prestasi. Yang paling menarik, Gorontalo juga menyodorkan strategi menuju PON 2028.
Pengprov IPSI Gorontalo mengusulkan agar wilayah Sulawesi dan Maluku ditempatkan dalam satu grup pada Pra PON, sehingga peluang pesilat dari kawasan timur untuk lolos ke PON 2028 semakin terbuka. Gorontalo bahkan menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah Pra PON 2027 untuk grup Sulawesi-Maluku.
Selain itu, Gorontalo siap menjadi tuan rumah Kejurwil Sulawesi 2027 dan mendorong adanya kalender event rutin tingkat SD, SMP, dan SMA se-Sulawesi.
“Gorontalo berkomitmen penuh mendukung program PB IPSI. Sinergi PB IPSI, Pengprov, KONI dan pemerintah daerah harus terus diperkuat untuk bersama-sama mewujudkan pencak silat mendunia dari Gorontalo,” demikian poin penutup usulan Pengprov IPSI Gorontalo.
Kini bola berada di Rakernas IPSI 2026. Gorontalo ingin bukan sekadar menjadi peserta, tetapi ikut menentukan arah pembinaan pencak silat nasional. (*)






