nusatimes.id — Gorontalo Half Marathon (GHM) 2026 dipastikan tampil lebih besar. Ajang lari yang memasuki edisi ketiga ini menargetkan 7.500 peserta, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 5.000 runners.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan persiapan GHM 2026 terus dimatangkan bersama event organizer (EO) yang telah ditunjuk pemerintah, Riz Production. Sejumlah poin penting mulai disepakati, termasuk konsep kegiatan, rute lomba, kostum peserta, hingga desain medali.
“Dari rapat ini kita sudah menyepakati bentuk kegiatan, rute, kostum, serta medali. Ini penting disepakati sejak awal agar bisa segera dipublikasikan,” kata Sultan usai rapat persama EO disalah satu Cafe di Kota Gorontalo, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, GHM 2026 akan resmi dilaunching melalui kegiatan press conference yang direncanakan berlangsung pada 1 September 2026 di Rumah Dinas Gubernur Gorontalo. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya pendaftaran peserta. Menariknya, panitia menyiapkan program diskon biaya pendaftaran selama bulan pertama. Promo tersebut berlaku mulai 1 September hingga akhir September bagi pendaftar perorangan maupun grup.
Setelah masa promo berakhir, biaya pendaftaran akan kembali ke harga normal. Sultan pun mengajak para runners, baik dari Gorontalo maupun luar daerah, memanfaatkan kesempatan tersebut.
“Kami berharap di bulan-bulan awal ini seluruh runners segera mendaftar dan menggunakan kesempatan mendapatkan diskon,” ujarnya.
Bidik 1.200 Peserta di Kelas 21K
Bukan hanya jumlah peserta yang digenjot. GHM 2026 juga memasang target khusus sebanyak 1.200 pelari untuk kategori 21 kilometer (21K). Target tersebut bukan tanpa alasan. Sultan menyebut kelas half marathon memiliki daya tarik besar bagi pelari dari luar daerah. Kehadiran ribuan runners dari luar Gorontalo diharapkan ikut menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah.
“Dengan 1.200 peserta 21K, tentu akan meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Mereka akan tinggal di hotel, membeli kuliner, dan menggunakan produk-produk ekonomi kreatif,” jelasnya.
Konsep tersebut sekaligus memperkuat GHM sebagai bagian dari sport tourism Gorontalo. Dengan target 7.500 peserta, pemerintah berharap event ini tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan di lintasan, tetapi juga menjadi magnet wisata dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Ini merupakan event kebanggaan kita semua dan event terbesar 2026 di Gorontalo, bahkan mungkin di Sulawesi,” tegas Sultan.
Hadiah Makin Menggiurkan
Dibandingkan tahun sebelumnya, GHM 2026 juga mengalami peningkatan dari sisi bonus atau hadiah. Jika tahun lalu total bonus berada di kisaran Rp200 juta, tahun ini pemerintah menargetkan bonus mencapai Rp300 juta hingga Rp350 juta. Peningkatan tersebut diharapkan semakin memanaskan persaingan sekaligus mendongkrak minat pelari untuk ambil bagian.
Tak berhenti di situ, GHM 2026 juga diproyeksikan semakin meriah dengan kehadiran guest star. Sejumlah nama tengah menjadi pertimbangan, di antaranya Yura Yunita, Wulan Guritno, dan Sifa Haju. Pemerintah masih melakukan komunikasi dengan agen masing-masing artis terkait jadwal dan nilai kontrak.
Sultan berharap nama guest star sudah dapat diumumkan bersamaan dengan agenda launching pada 1 September mendatang. Dengan rute, kostum, medali, hadiah, hingga hiburan yang dipersiapkan lebih matang, GHM 2026 siap naik level.
Kini, tinggal menunggu peluit start. Para runners pun sudah dipanggil untuk meramaikan pesta lari terbesar Gorontalo tersebut. (*)






