nusatimes.id — Tongkat komando Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gorontalo kini berada di tangan Yakub Tangahu. Yakub resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Gorontalo dari KONI Pusat, Kamis (10/9/2026). SK tersebut diserahkan langsung Sekretaris Jenderal KONI Pusat TB Lukman Djajadikusuma di Kantor KONI Pusat, kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Penunjukan Yakub terjadi di tengah kondisi KONI Gorontalo yang sedang menghadapi masa sulit. Kursi ketua dan sekretaris kosong setelah dua pejabat tersebut tersandung perkara hukum.
Situasi itu membuat tugas Yakub jelas bukan pekerjaan ringan. Ia bukan sekadar diminta mengisi kursi pimpinan yang kosong. Yakub mendapat mandat untuk menjaga roda organisasi tetap berputar, mempertahankan nama baik KONI Gorontalo, sekaligus memastikan pembinaan olahraga dan cabang olahraga tetap berjalan.
“Saya diperintahkan menjaga nama baik organisasi, setelah ketua dan sekretaris yang tersandung kasus hukum,” kata Yakub setelah menerima SK.
Bukan Sekadar Pelaksana Tugas
Sebagai Plt, Yakub sadar masa kerjanya terbatas. Namun, waktu yang singkat bukan berarti tugasnya ringan. Ada dua pekerjaan besar yang harus segera dituntaskan. Pertama, memastikan struktur organisasi dan seluruh cabang olahraga tetap berjalan. Kedua, mempersiapkan agenda Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) untuk memilih ketua definitif berikutnya.
“Saya akan mengurus organisasi, baik struktur maupun cabang olahraga,” tegasnya.
Musprov KONI Gorontalo direncanakan berlangsung pada pertengahan 2027. Artinya, sebelum forum tersebut digelar, banyak pekerjaan rumah yang harus dibereskan.
Yakub harus memastikan roda organisasi tidak tersendat. Program pembinaan atlet harus tetap bergerak. Cabang olahraga juga harus mendapat kepastian dalam menjalankan agenda masing-masing.
Di saat bersamaan, proses menuju Musprov harus disiapkan secara tertib agar tidak kembali menimbulkan persoalan di tubuh organisasi.
Bawa Modal Pengalaman
Yakub bukan wajah baru dalam dunia organisasi olahraga Gorontalo. Ia saat ini merupakan anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango sekaligus Ketua KONI Kabupaten Bone Bolango. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memimpin KONI Gorontalo di tengah masa transisi.
Namun, level provinsi tentu memiliki tantangan berbeda.
KONI Gorontalo menaungi kepentingan olahraga dalam skala yang lebih luas. Hubungan dengan puluhan cabang olahraga, pemerintah daerah, atlet, pelatih, hingga agenda kejuaraan menjadi bagian dari pekerjaan yang harus dikawal. Karena itu, kemampuan Yakub menjaga soliditas organisasi akan mendapat ujian.
Ia dituntut mampu menjaga KONI tetap fokus pada pembinaan olahraga dan kepentingan atlet, tanpa membiarkan persoalan hukum yang menimpa pimpinan sebelumnya mengganggu jalannya organisasi.
Target Besar di Masa Transisi
Yakub menegaskan kesiapannya menjalankan amanah hingga masa kepengurusan saat ini berakhir.
“Saya menerima dan siap menjalankan tugas sebagai pimpinan KONI Gorontalo di sisa akhir masa jabatan,” ujarnya.
Kini, tantangan sudah berada di depan mata. Yakub harus menjaga KONI Gorontalo tetap berdiri tegak, memastikan cabang olahraga terus bergerak, serta menyiapkan panggung Musprov 2027.
Bagi KONI Gorontalo, ini bukan sekadar pergantian pimpinan sementara. Ini adalah momentum untuk reset organisasi, memulihkan kepercayaan, dan kembali menempatkan kepentingan atlet sebagai tujuan utama.
Yakub Tangahu pun mendapat kesempatan membuktikan satu hal: Plt boleh sementara, tetapi tanggung jawab terhadap olahraga Gorontalo tidak boleh setengah-setengah. (*)






