Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloNasionalNusantara

Tim IMTI 2026 Tinjau Bandara Djalaluddin hingga Zona Khas Limboto, Ada Catatan soal Penerbangan

×

Tim IMTI 2026 Tinjau Bandara Djalaluddin hingga Zona Khas Limboto, Ada Catatan soal Penerbangan

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id — Tim Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 melakukan site visit di Kabupaten Gorontalo sebagai bagian dari tahapan penilaian Pariwisata Ramah Muslim (PRM) di Provinsi Gorontalo. Visitasi tersebut menyasar sejumlah fasilitas dan destinasi yang menjadi bagian penting dalam mendukung ekosistem pariwisata ramah Muslim.

Rangkaian penilaian diawali dengan kunjungan ke Bandara Djalaluddin Gorontalo. Tim melakukan asesmen berdasarkan sejumlah indikator ACES, yakni Access, Communication, Environment, dan Services. Secara umum, berbagai indikator pendukung di Bandara Djalaluddin dinilai telah terpenuhi. Dari aspek Access, keberadaan bandara dinilai menjadi salah satu pintu utama konektivitas wisatawan menuju Gorontalo.

Sementara dari sisi Communication, dukungan diberikan melalui ketersediaan informasi. Adapun aspek Services ditunjang oleh fasilitas serta pelayanan yang tersedia bagi pengguna jasa bandara. Meski demikian, tim IMTI memberikan catatan pada aspek Environment. Aktivitas penerbangan di Bandara Djalaluddin yang masih relatif terbatas dinilai membuat pergerakan dan aktivitas di kawasan bandara belum terlalu tinggi.

Catatan tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam proses penilaian IMTI 2026. Setelah dari bandara, rombongan melanjutkan site visit ke Zona Khas (Kuliner Aman, Sehat dan Halal) di kawasan Taman Menara Limboto. Kunjungan tersebut didampingi langsung Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus. Ia turut menyambut tim sekaligus mendampingi proses peninjauan potensi kawasan tersebut dalam mendukung pengembangan PRM.

Keberadaan Zona Khas Taman Menara Limboto menjadi salah satu potensi yang ditawarkan kepada tim IMTI, terutama dalam menghadirkan pengalaman wisata yang didukung ketersediaan kuliner serta kebutuhan wisatawan Muslim. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe mengatakan, visitasi IMTI menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung kesiapan berbagai unsur pendukung PRM di daerah.

“Secara umum, indikator yang dinilai sudah kita penuhi. Tentu masih ada beberapa catatan yang perlu diperkuat, dan ini menjadi bagian dari proses kita untuk terus meningkatkan kualitas pariwisata ramah Muslim di Gorontalo,” ujar Sultan.

Menurutnya, hasil visitasi tidak hanya menjadi bagian dari proses penilaian, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan. Sultan menegaskan keterlibatan pemerintah kabupaten sangat penting dalam memperkuat ekosistem PRM. Terutama dalam menghadirkan destinasi, layanan, dan fasilitas yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan Muslim.

Pemerintah Kabupaten Gorontalo sendiri berkomitmen mendukung pengembangan Pariwisata Ramah Muslim melalui penguatan destinasi, penyediaan layanan yang sesuai kebutuhan wisatawan Muslim, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Komitmen tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan Kabupaten Gorontalo sekaligus membantu Provinsi Gorontalo meraih hasil terbaik dalam IMTI 2026.

Visitasi ini pun menjadi momentum untuk memastikan potensi pariwisata Gorontalo tidak sekadar menarik untuk dikunjungi, tetapi juga semakin nyaman dan ramah bagi wisatawan Muslim. (*)

Apa Komentar Anda?