Scroll untuk baca artikel
DaerahGorontaloNasionalNusantara

APPMI Gorontalo Apresiasi Pembenahan Festival Karawo 2026, UMKM Diharapkan Makin Cuan

×

APPMI Gorontalo Apresiasi Pembenahan Festival Karawo 2026, UMKM Diharapkan Makin Cuan

Sebarkan artikel ini

nusatimes.id – Pelaksanaan Festival Karawo dan rangkaian Harvest Pulundalo Art and Craft Festival 2026 mendapat apresiasi dari pelaku industri kreatif Gorontalo.

Ketua Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) BPD Gorontalo menilai penyelenggaraan tahun ini menunjukkan sejumlah pembenahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan terlihat dari penataan venue hingga pengelompokan tenant berdasarkan jenis dan brand produk.

“Kalau kita lihat, ada berbagai evaluasi dan perbaikan dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Budi Muda, Ketua APPMI BPD Gorontalo, Jumat (11/9/2026).

Dia mencontohkan penataan stand fashion pada Harvest Pulundalo Art and Craft Festival 2026 yang dinilai lebih rapi. Setiap tenant fashion kini ditempatkan berdasarkan brand masing-masing. Dengan begitu, produk yang ditampilkan menjadi lebih jelas dan tidak lagi bercampur dalam satu stand atau booth.

“Tenan fashion, stand-standnya sudah dibagi per brand. Jadi lebih jelas lagi produknya sesuai dengan brand masing-masing, tidak lagi tercampur dalam satu stand,” katanya.

Pembenahan serupa, lanjut dia, juga terlihat pada sektor olahan pangan dan kopi.

Khusus untuk pecinta kopi, Gorontalo Coffee Week 2026 dikemas dengan memberikan ruang yang lebih khusus. Area penikmat kopi disiapkan dalam konsep outdoor maupun indoor. Menurutnya, konsep tersebut menjadi salah satu inovasi yang relevan dengan perkembangan gaya hidup masyarakat Gorontalo.

Ia menilai langkah Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan adanya upaya untuk terus memperbarui konsep festival agar tidak sekadar menjadi agenda tahunan.

“Ini menjadi hal baru di 2026. Bagaimana Bank Indonesia dan pemerintah provinsi bisa melihat apa yang harus diubah, relevansi ataupun update yang harus diikuti dari gaya hidup masyarakat Gorontalo sekarang,” jelas Budi.

Dia berharap berbagai instrumen dan stimulus yang diberikan melalui kegiatan tersebut benar-benar berdampak terhadap peningkatan pendapatan pelaku UMKM.

Terutama bagi pelaku usaha di sektor olahan pangan, kerajinan, fashion hingga pegiat kopi lokal Gorontalo.

“Kita pasti berharap dari instrumen atau stimulan yang dibuat ini ada peningkatan pendapatan dari UMKM, baik olahan pangan, kerajinan, fashion maupun pegiat kopi di Gorontalo,” harapnya.

Sementara itu, Dolfi salah satu pengrajin yang juga peserta Harfest juga memberikan apresiasi terhadap suasana penyelenggaraan tahun ini yang dinilai lebih nyaman bagi pengunjung maupun pelaku UMKM. Selain penataan lokasi yang lebih baik, terdapat pula pelaku UMKM baru yang ikut ambil bagian setelah mendapatkan pembinaan.

“Menurut kami, tahun ini banyak perbaikan. Lebih nyaman, tetap ramai, dan ada UMKM baru yang tahun ini sudah mendapatkan pembinaan,” pungkas Dolfi.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, Festival Karawo dan rangkaian kegiatan ekonomi kreatif diharapkan tidak berhenti sebagai ajang promosi produk lokal. Lebih dari itu, festival diharapkan menjadi ruang bertemunya pelaku UMKM dengan pasar, sekaligus mendorong produk fashion, kerajinan, kuliner dan kopi Gorontalo semakin dikenal dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. (*)

Apa Komentar Anda?