Nusatimes.id (BONE BOLANGO) – Pembayaran honor tenaga kesehatan (nakes) dan sopir ambulans di Kabupaten Bone Bolango akhirnya terealisasi setelah sebelumnya menjadi sorotan publik. Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Bolango, Iwan Mustapa, yang menyatakan bahwa pembayaran telah dilakukan sejak Rabu (28/10/2026).
Kabar ini menjadi angin segar bagi para tenaga kesehatan dan sopir ambulans yang selama ini menantikan pemenuhan hak mereka. Pembayaran tersebut sekaligus memberikan kepastian atas persoalan yang sebelumnya ramai diperbincangkan masyarakat.
Iwan Mustapa menyampaikan bahwa pembayaran yang direalisasikan pemerintah daerah mencakup honor pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), tenaga kesehatan, dan sopir ambulans.
Sebelumnya, keterlambatan pembayaran honor tenaga kesehatan dan sopir ambulans sempat menuai perhatian publik. Pasalnya, para tenaga tersebut tetap menjalankan tugas dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat, khususnya di sektor kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, dr. Meyrin Kadir, dalam penjelasannya sebelumnya mengungkapkan bahwa keterlambatan pembayaran berkaitan dengan keterbatasan alokasi anggaran awal setelah adanya kenaikan standar gaji.
Menurut Meyrin, pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), lintas sektor, serta perwakilan tenaga kesehatan untuk membahas mekanisme penyelesaian pembayaran sesuai ketentuan penganggaran yang berlaku.
Dalam pembahasan tersebut, terdapat sejumlah alternatif skema pembayaran. Salah satunya adalah pemberian honor sebesar Rp400 ribu per bulan selama 12 bulan. Alternatif lainnya, mempertahankan nominal Rp1 juta per bulan dengan alokasi anggaran awal untuk enam bulan, sedangkan kebutuhan tambahan diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
Dinas Kesehatan sebelumnya juga menyatakan komitmennya untuk mengupayakan penganggaran agar kewajiban pembayaran dapat diselesaikan setelah proses perubahan anggaran rampung.
Dengan adanya kepastian pembayaran dari Sekda Iwan Mustapa, persoalan honor yang sempat menjadi perhatian masyarakat kini mendapatkan titik terang.
Ke depan, perencanaan anggaran yang lebih matang diharapkan dapat mencegah terulangnya keterlambatan serupa, sehingga hak tenaga kesehatan dan sopir ambulans dapat dipenuhi tepat waktu.
Pemenuhan hak tersebut dinilai penting mengingat tenaga kesehatan dan sopir ambulans memiliki peran strategis dalam menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bone Bolango.












