nusatimes.id – Ada yang istimewa di arena Kejuaraan Daerah (Kejurda) Karate FORKI Provinsi Gorontalo Piala Gubernur 2026. Bukan hanya persaingan antar karateka lokal yang mencuri perhatian, tetapi juga kehadiran atlet Tim Nasional Aljazair U-21, Habta Amani Yara.
Atlet yang akrab disapa Amani itu tampil memukau saat memperagakan KATA di GOR David Tony, Limboto, Sabtu (31/10/2026). Aksi karateka KATA Putri tersebut sukses menjadi perhatian atlet, pelatih, pengurus FORKI, hingga penonton yang hadir.
Teknik yang presisi, keseimbangan tubuh, kekuatan, dan konsentrasi menjadi bagian dari penampilan Amani. Setiap gerakan diperagakan dengan penuh penguasaan, memperlihatkan kualitas seorang atlet yang terbiasa berkompetisi di level internasional.
Kehadiran Amani bukan sekadar menjadi hiburan di tengah persaingan Kejurda. Lebih dari itu, karateka asal Aljazair tersebut membawa pesan penting bagi atlet-atlet Gorontalo: kesempatan untuk menembus level internasional terbuka lebar melalui disiplin, kerja keras, dan pembinaan yang konsisten.
Ketua Umum FORKI Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menyambut positif kehadiran Amani dalam kejuaraan tersebut.
“Kehadiran Amani dari Aljazair memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Kejurda FORKI Gorontalo. Ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet kita bahwa dengan disiplin, kerja keras, dan pembinaan yang berkelanjutan, karateka Gorontalo juga memiliki peluang besar untuk berprestasi di tingkat internasional,” ungkap Danial.
PILIH GORONTALO, BUKAN ITALIA ATAU JEPANG!
Yang membuat kisah Amani semakin menarik adalah keputusannya memilih Gorontalo sebagai tempat mengembangkan kemampuan karate. Padahal, ia dikabarkan memiliki kesempatan untuk menjalani latihan di Italia maupun Jepang.
Kini, Amani berlatih bersama atlet-atlet Sekolah Pembinaan Olahraga Berbakat Daerah (SPOBDA) Gorontalo di bawah bimbingan Simpai Ricky Dama, yang dikenal dengan sebutan Simpai RD.
Ricky Dama merupakan salah satu pelatih yang terlibat dalam pembinaan atlet karate berprestasi internasional, termasuk Zaskia Putri Salurante.
Tak hanya fokus mengejar prestasi di atas matras, Amani juga serius membangun masa depannya melalui pendidikan. Ia kini resmi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Kombinasi latihan karate dan pendidikan tinggi itu menjadi gambaran bahwa pengembangan atlet tidak harus mengorbankan pendidikan. Gorontalo pun mendapat kepercayaan sebagai tempat bagi atlet internasional untuk mengasah kemampuan sekaligus menuntut ilmu.
Danial menilai kehadiran Amani menjadi sinyal positif bagi perkembangan karate di daerah. Apalagi, pilihan atlet timnas Aljazair tersebut menunjukkan bahwa kualitas pelatih lokal memiliki daya tarik tersendiri.
“Ini menunjukkan bahwa Gorontalo tidak hanya memiliki atlet-atlet potensial, tetapi juga sumber daya pelatih yang mulai mendapatkan kepercayaan internasional. Apalagi Amani kini juga menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Negeri Gorontalo,” jelasnya.
Danial berharap kehadiran Amani membuka ruang pertukaran pengalaman dan meningkatkan kualitas pembinaan karate di Gorontalo.
KEJURDA BUKAN SEKADAR REBUTAN MEDALI
Kejurda Karate FORKI Provinsi Gorontalo Piala Gubernur 2026 berlangsung selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026. Ajang ini menjadi panggung bagi karateka dari berbagai perguruan untuk menguji kemampuan, memburu prestasi, sekaligus mempererat persaudaraan di tengah persaingan.
FORKI Gorontalo berkomitmen menjadikan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berjenjang dan berkelanjutan. Targetnya bukan hanya melahirkan juara di tingkat daerah, tetapi juga menyiapkan karateka yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
Kehadiran Amani menjadi suntikan motivasi tersendiri. Atlet-atlet Gorontalo kini memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari karateka yang berpengalaman di level internasional.
Jika pembinaan berjalan konsisten dan didukung sinergi antara pelatih, pemerintah, serta lembaga pendidikan, bukan tidak mungkin semakin banyak karateka Gorontalo mengikuti jejak atlet-atlet yang lebih dahulu mengukir prestasi dunia.
Amani sudah memilih Gorontalo sebagai tempat menempa diri. Kini, tantangannya adalah bagaimana kehadirannya bisa menjadi pemantik lahirnya lebih banyak karateka lokal yang siap bertarung dan mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. (*)






